Belgia Vs Senegal: Waspadai Serangan Balik Singa Teranga

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 1 Juli 2026 | 16:41 WIB
Kevin De Bruyne, kapten Timnas Belgia.(Manchestercity)
Kevin De Bruyne, kapten Timnas Belgia.(Manchestercity)

 

SEATTLE, Sumutpos.jawapos.com– Babak gugur tidak lagi memberi ruang untuk kesalahan. Satu kelengahan bisa mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026. Itulah tantangan yang akan dihadapi Belgia saat berjumpa Senegal pada babak 32 besar di Seattle Stadium, Kamis (2/7) pukul 03.00 WIB.

Laga ini mempertemukan dua tim yang sama-sama bangkit di saat yang tepat. Setelah menjalani fase grup yang tidak sepenuhnya meyakinkan, Belgia dan Senegal berhasil menemukan ritme permainan mereka pada pertandingan terakhir untuk mengamankan tiket ke fase knockout.

Belgia melangkah sebagai juara Grup G, tetapi perjalanan mereka jauh dari kata mulus. Pasukan Rudi Garcia sempat menuai kritik setelah hanya bermain imbang melawan Mesir dan Iran. Baru pada laga penutup, The Red Devils menunjukkan kualitas sesungguhnya dengan menghancurkan Selandia Baru 5-1.

Kemenangan telak itu menjadi suntikan moral yang sangat penting bagi generasi baru Belgia, sekaligus menghidupkan kembali kepercayaan diri yang sempat memudar.

Baca Juga: Lanjutkan Diet tanpa Harus Takut Lapar, Ikuti Strategi Ini

Di kubu lawan, Senegal juga mengalami cerita serupa. Dua kekalahan dari Prancis dan Norwegia membuat peluang mereka nyaris tertutup. Namun, kemenangan meyakinkan 5-0 atas Irak mengantar The Lions of Teranga melaju sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Momentum itulah yang membuat Senegal datang ke Seattle tanpa beban, tetapi penuh keyakinan.

Lini Depan Tajam, Distribusi Bola Jadi Masalah

Di atas kertas, Belgia memiliki salah satu lini serang paling bertabur bintang di turnamen ini. Namun, produktivitas mereka belum sepenuhnya mencerminkan kualitas individu yang dimiliki.

Masalah utama Belgia justru berada di sektor tengah. Lambatnya sirkulasi bola membuat para penyerang kerap kesulitan memperoleh ruang dan suplai yang memadai.

Kelemahan itu bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Senegal. Tim asal Afrika tersebut dikenal memiliki organisasi pertahanan yang disiplin serta kemampuan melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.

Serangan balik menjadi senjata utama yang telah beberapa kali merepotkan lawan sepanjang turnamen.

Baca Juga: Respons Aduan SIPASADA, Satpol PP Paluta Layangkan SP-I kepada 12 Warung Hiburan Malam

Adu Strategi

Belgia mendapat kabar baik menjelang pertandingan. Hampir seluruh pemain inti siap diturunkan, dengan hanya bek Zeno Debast yang masih berkutat dengan cedera.

Sebaliknya, Senegal berpotensi kembali tampil tanpa penjaga gawang utama, Edouard Mendy, yang belum pulih sepenuhnya.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menilai kemenangan besar atas Selandia Baru harus menjadi titik balik performa timnya, bukan sekadar hasil sesaat.

"Kami tahu fase grup tidak berjalan sesuai rencana, tetapi kemenangan atas Selandia Baru mengembalikan kepercayaan diri kami. Senegal adalah tim yang sangat disiplin dan berbahaya dalam transisi. Kami tidak boleh lagi lambat dalam mengalirkan bola jika ingin membongkar pertahanan mereka," ujar Garcia.

Di sisi lain, pelatih Senegal Pape Thiaw menegaskan timnya tidak gentar menghadapi status favorit yang disandang Belgia.

Menurutnya, kolektivitas dan disiplin permainan menjadi modal utama untuk meredam kualitas individu lawan.

Baca Juga: Aluminum Foil Baik untuk Mengolah Makanan, tapi Tidak Semua Cocok: Ini Contohnya

"Belgia memiliki pemain-pemain kelas dunia di lini depan, itu fakta. Namun kami telah membuktikan bahwa kolektivitas tim adalah kekuatan utama kami. Kami akan menutup ruang gerak mereka dan memanfaatkan setiap celah untuk melakukan serangan balik. Ini adalah babak gugur, segalanya bisa terjadi," tegas Pape Thiaw.

Ujian Sesungguhnya

Pertemuan di Seattle diperkirakan berlangsung dalam tempo tinggi. Belgia akan lebih banyak menguasai bola, sedangkan Senegal siap menunggu momen untuk melancarkan serangan balik yang mematikan.

Siapa yang mampu menjalankan strategi dengan lebih disiplin akan melangkah ke babak 16 besar.

Bagi Belgia, kemenangan menjadi pembuktian bahwa mereka benar-benar telah bangkit setelah terseok di fase grup. Namun bagi Senegal, inilah kesempatan untuk kembali menunjukkan bahwa kolektivitas, kerja keras, dan efektivitas serangan balik mampu meruntuhkan tim bertabur bintang di panggung terbesar sepak bola dunia.(jpc/han)

Perkiraan Pemain:

BELGIA (4-2-3-1): Courtois; Cuyper, Ngoy, Mechele, Castagne; Vanaken, Tielemans; Trossard, De Bruyne, Doku; De Ketelaere Pelatih: Rudi Garcia

 

SENEGAL (4-3-3): Diaw; Diouf, Niakhate, Seck, Diatta; P.Gueye, Camara, I.Gueye; Mane, Sarr, Ndiaye Pelatih: Pape Thiaw

Editor : Johan Panjaitan
grup g belgia piala dunia senegal