INGLEWOOD, Sumutpos.jawapos.com – Kesabaran Spanyol dalam mengelola kondisi fisik Lamine Yamal mulai memasuki fase akhir. Setelah tampil bertahap sepanjang fase grup Piala Dunia FIFA 2026, wonderkid berusia 18 tahun itu kini siap menjadi senjata utama La Roja saat menghadapi Austria pada babak 32 besar di SoFi Stadium, Jumat (3/7) pukul 02.00 WIB.
Entrenador Luis de la Fuente memang sengaja membatasi menit bermain Yamal selama penyisihan grup. Kebijakan itu diambil sebagai bagian dari proses pemulihan sang winger usai mengalami cedera hamstring kaki kiri.
Hasilnya terbilang efektif. Yamal tampil selama 19 menit saat menghadapi Tanjung Verde, kemudian bermain 45 menit sambil mencetak gol ke gawang Arab Saudi, sebelum memperoleh jatah 76 menit ketika Spanyol menundukkan Uruguay 1-0.
Meski belum sekalipun tampil penuh, kontribusinya sudah terasa signifikan. Berdasarkan FIFA Power Rankings, Yamal menjadi pemain Spanyol dengan nilai serangan tertinggi (6,29) sekaligus kreativitas terbaik (6,77). Statistik itu menegaskan bahwa setiap kali berada di lapangan, pemain FC Barcelona tersebut mampu menjadi motor utama permainan menyerang La Roja.
Baca Juga: Nasib Para Pelatih di Piala Dunia, Ada yang Mengundurkan Diri, Ada yang Dipecat
Kini, dengan kondisi yang semakin prima, Yamal menegaskan dirinya siap mengemban tanggung jawab lebih besar.
"Saya siap bermain selama 90 menit," ujarnya kepada radio Spanyol Cadena COPE.
Kepercayaan diri Yamal juga sedang berada di level tertinggi. Menurutnya, Spanyol memiliki kualitas teknis yang cukup untuk mengatasi Austria, asalkan mampu memainkan tempo tinggi sejak awal pertandingan.
"Kalau kami bisa bermain lebih intens daripada mereka, kami pasti menang. Karena ketika menguasai bola, kami lebih baik daripada tim mana pun," tegasnya.
Keyakinan tersebut diamini bek kanan Marcos Llorente, yang selama ini menjadi tandem Yamal di sisi kanan lapangan. Menurutnya, tugas rekan-rekan setim bukan mengajari Yamal, melainkan menciptakan ruang agar bakat alaminya bisa berkembang maksimal.
"Lamine tidak membutuhkan banyak bantuan. Dia pemain yang bisa membuat perbedaan. Ada saat saya harus maju membantu dan ada saat lebih baik memberinya ruang," kata Llorente kepada Marca.
Baca Juga: Indonesia Kirim 420 Atlet ke Asian Games 2026
Namun, Austria datang bukan sekadar menjadi lawan formalitas. Tim besutan Ralf Rangnick tengah menikmati momen bersejarah setelah mengakhiri penantian selama 72 tahun untuk kembali tampil di fase gugur Piala Dunia.
Striker jangkung Sasa Kalajdzic memastikan timnya tidak akan datang ke SoFi Stadium hanya untuk mengagumi permainan Spanyol.
"Kami tidak akan menjadi penonton. Kami ingin terus menulis sejarah dan menikmati petualangan ini selama mungkin," ujar penyerang setinggi dua meter tersebut kepada Diario AS.
Di atas kertas, Spanyol tetap lebih difavoritkan berkat dominasi penguasaan bola, kualitas individu, dan kedalaman skuad. Namun, pertandingan ini juga menjadi ujian apakah La Roja benar-benar siap memaksimalkan potensi Yamal sebagai poros kreativitas di fase yang tidak lagi memberi ruang untuk kesalahan. Bila Yamal mampu tampil eksplosif sejak menit pertama, peluang Spanyol melangkah ke babak 16 besar akan terbuka semakin lebar.(jpg/han)
PERKIRAAN PEMAIN
SPANYOL (4-3-3): 23-Unai Simon (g); 5-Llorente, 22-Cubarsi, 14-Laporte, 24-Cucurella; 6-Merino, 16-Rodri (c), 20-Pedri; 19-Yamal, 21-Oyarzabal, 15-Baena
Pelatih: Luis de la Fuente
AUSTRIA (4-2-3-1): 1-Alexander Schlager (g); 5-Posch, 15-Lienhart, 8-Alaba (c), 16-Mwene; 6-Seiwald, 4-Xaver Schlager; 20-Laimer, 18-Schmid, 9-Sabitzer; 7-Arnautovic
Pelatih: Ralf Rangnick