Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

DNA Comeback Belgia Hidup Lagi, Senegal Dipulangkan Dramatis

Johan Panjaitan • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:26 WIB
Youri Tielemans menjadi pahlawan kemenangan Belgia setelah mencetak gol penalti pada penghujung extra time untuk mengalahkan Senegal 3-2 di babak 32 besar Piala Dunia 2026.(bbc.com)
Youri Tielemans menjadi pahlawan kemenangan Belgia setelah mencetak gol penalti pada penghujung extra time untuk mengalahkan Senegal 3-2 di babak 32 besar Piala Dunia 2026.(bbc.com)

 

Sumutpos.jawapos.com-Belgia kembali membuktikan bahwa mereka tak pernah benar-benar kalah sebelum peluit panjang dibunyikan. Tertinggal dua gol dari Senegal pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026, Setan Merah bangkit secara dramatis untuk menang 3-2 melalui gol penalti Youri Tielemans pada penghujung babak tambahan waktu.

Kemenangan di laga yang berlangsung Rabu (2/7) itu bukan sekadar mengantar Belgia ke babak 16 besar. Lebih dari itu, duel tersebut seolah menghidupkan kembali DNA pantang menyerah yang pernah mengantar generasi emas Belgia menciptakan salah satu comeback paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia saat menumbangkan Jepang pada 2018.

Nyaris Tersingkir

Belgia dibuat limbung sejak awal pertandingan. Senegal tampil agresif dan disiplin, memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan lini belakang lawan.

Gol pembuka lahir melalui Habib Diarra pada menit ke-25. Situasi semakin sulit ketika Ismaïla Sarr menggandakan keunggulan pada menit ke-51 lewat penyelesaian kelas dunia.

Baca Juga: 37,92 Juta Liter B50 Mulai Disalurkan: Transisi Dimulai, Tantangan Baru Menanti Mesin

Menerima umpan panjang dari Moussa Niakhaté, Sarr mengontrol bola menggunakan dada sebelum melepaskan tendangan keras yang gagal dijangkau Thibaut Courtois. Gol itu menjadi koleksi keempatnya di Piala Dunia 2026.

Ironisnya, Senegal tampil luar biasa meski kehilangan penjaga gawang utama, Édouard Mendy, yang absen karena cedera lutut.

Hingga memasuki menit ke-85, Belgia masih terlihat berada di ambang eliminasi.

Lukaku Membuka Harapan, Tielemans Menyempurnakan Keajaiban

Momentum berubah ketika pelatih Belgia memasukkan Romelu Lukaku.

Striker berpengalaman itu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86, membangkitkan optimisme yang sempat memudar.

Hanya tiga menit berselang, Tielemans mencetak gol penyama kedudukan yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Baca Juga: PORTUGAL vs KROASIA: Saatnya Ronaldo Patahkan Kutukan Portugal

Drama mencapai puncaknya pada detik-detik terakhir extra time. Tielemans dijatuhkan Lamine Camara di dalam kotak penalti.

Wasit sempat meninjau tayangan VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih.

Tielemans yang maju sebagai algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan. Tendangannya memastikan kemenangan 3-2 sekaligus mengirim Senegal pulang dengan cara yang paling menyakitkan.

Mengulang Kisah Jepang 2018

Comeback tersebut langsung mengingatkan publik pada salah satu pertandingan terbaik Belgia sepanjang sejarah Piala Dunia.

Di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2018, Belgia juga tertinggal dua gol saat menghadapi Jepang. Saat itu banyak yang mengira perjalanan mereka telah berakhir.

Namun, Belgia bangkit luar biasa dan menang 3-2 melalui gol penentu di detik-detik terakhir pertandingan.

Mantan kapten Eden Hazard mengaku momen tersebut menjadi salah satu pengalaman paling emosional sepanjang karier internasionalnya.

"Semangat tim berada di titik terendah ketika Anda tertinggal dua gol. Semua orang berpikir kami akan pulang. Lalu di akhir pertandingan, kami justru mencetak gol kemenangan," kenangnya.

Baca Juga: Spanyol Vs Australia: La Roja Ingin Optimalkan Peran Yamal

Menurut Hazard, kemenangan dramatis itu bukan hanya menyelamatkan Belgia dari kegagalan, tetapi juga menjadi fondasi perjalanan mereka menuju semifinal.

"Kalau kami tidak mengalahkan Jepang, tidak akan ada pertandingan melawan Brasil," ujarnya.

Ucapan Hazard bukan sekadar nostalgia. Belgia memang kemudian menyingkirkan Brasil sebelum akhirnya finis di peringkat ketiga—prestasi terbaik sepanjang sejarah sepak bola Belgia di Piala Dunia.

Mentalitas yang Terus Diwariskan

Meski generasi emas perlahan berganti, karakter Belgia ternyata tetap bertahan.

Laga melawan Senegal menunjukkan bahwa identitas Setan Merah bukan hanya bertumpu pada kualitas individu, melainkan juga kemampuan bangkit ketika berada di bawah tekanan.

Menariknya, Belgia mampu membalikkan keadaan meski dua pemain kreatifnya, Kevin De Bruyne dan Jérémy Doku, telah ditarik keluar sejak menit ke-56.

Hal itu menjadi bukti bahwa kedalaman skuad Belgia tetap menjadi kekuatan utama.

Kini, Belgia menatap babak 16 besar dengan kepercayaan diri yang kembali menyala. Lawan berikutnya dipastikan tidak akan mudah, tetapi kemenangan atas Senegal memberikan pesan yang jelas kepada para pesaing.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
#senega; #belgia #piala dunia #dramatis