Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gol Kroasia Dianulir VAR, Teknologi Connected Ball Pastikan Gvardiol Offside, Portugal Lolos Dramatis

Johan Panjaitan • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:37 WIB
Kapten Portugal Cristiano Ronaldo (kanan) dan kapten Kroasia Luka Modric akan berhadapan dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Jumat (3/7) pagi. (Gpt AI)
Kapten Portugal Cristiano Ronaldo (kanan) dan kapten Kroasia Luka Modric akan berhadapan dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Jumat (3/7) pagi. (Gpt AI)

 

MIAMI, Sumutpos.jawapos.com – Drama mewarnai duel Portugal kontra Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Harapan Kroasia untuk memaksakan pertandingan berlanjut pupus hanya beberapa detik sebelum peluit panjang berbunyi setelah gol Josko Gvardiol dianulir melalui pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR).

Keputusan yang sempat memicu protes pemain dan pendukung Kroasia itu akhirnya memastikan Portugal menang 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Di balik kontroversi tersebut, teknologi terbaru FIFA kembali menjadi sorotan. Bukan sekadar tayangan ulang video, keputusan wasit juga didukung Connected Ball, sistem sensor canggih yang mampu mendeteksi setiap sentuhan terhadap bola secara real time.

Gol yang Berubah Menjadi Kekecewaan

Momen itu terjadi pada menit ke-102 atau penghujung masa tambahan waktu.

Berawal dari umpan silang ke kotak penalti Portugal, Josko Gvardiol berhasil menanduk bola ke gawang dan membuat para pemain Kroasia larut dalam selebrasi. Gol tersebut tampak sah jika dilihat melalui tayangan ulang biasa karena Gvardiol terlihat sejajar dengan garis pertahanan Portugal.

Namun beberapa saat kemudian, wasit menghentikan pertandingan untuk menunggu pemeriksaan VAR.

Baca Juga: Orang Tua Perlu Cek Komposisi Produk Nutrisi Anak, Prof Rini: Jangan Hanya Lihat Klaim Kemasan

Setelah meninjau rekaman dan data teknologi, wasit akhirnya memutuskan membatalkan gol tersebut karena offside.

Sentuhan Tipis yang Mengubah Segalanya

Kunci dari keputusan itu bukan berasal dari umpan silang awal, melainkan sentuhan nyaris tak terlihat dari Igor Matanovic.

Dalam tayangan televisi biasa, bola seolah langsung menuju Gvardiol tanpa mengenai pemain lain. Akan tetapi, teknologi Connected Ball mendeteksi adanya kontak tipis antara bola dan kepala Matanovic.

Sentuhan tersebut menjadi titik baru dalam penentuan offside.

Pada saat bola mengenai kepala Matanovic, posisi Gvardiol ternyata sudah berada lebih dekat ke gawang dibanding garis pertahanan terakhir Portugal.

Sesuai Laws of the Game, kondisi itu membuat gol harus dianulir karena tercipta dari situasi offside.

Connected Ball Jadi Penentu

Piala Dunia 2026 menjadi turnamen yang memaksimalkan penggunaan bola resmi Adidas Trionda yang telah dilengkapi teknologi Connected Ball.

Baca Juga: BIOKUL Gandeng Pevita Pearce sebagai Brand Ambassador, Ajak Masyarakat Gaya Hidup Sehat

Di dalam bola tersebut tertanam sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang mampu merekam pergerakan bola sebanyak 500 kali setiap detik.

Setiap sentuhan pemain, sekecil apa pun, akan langsung dikirim sebagai data ke ruang operasi VAR.

Saat pemeriksaan gol Kroasia berlangsung, sistem menampilkan grafik gelombang digital yang menunjukkan adanya perubahan sinyal tepat ketika bola melewati kepala Matanovic.

Data itu kemudian dipadukan dengan tayangan kamera semi-automated offside sehingga VAR memperoleh kepastian mengenai momen sebenarnya saat bola dimainkan.

Berkat kombinasi kedua teknologi tersebut, proses penentuan offside tidak lagi hanya bergantung pada pengamatan visual, tetapi juga didukung data ilmiah yang sangat presisi.

Teknologi yang Mengubah Sepak Bola

Menurut FIFA, Connected Ball merupakan hasil kolaborasi bersama Adidas untuk meningkatkan akurasi pengambilan keputusan dalam pertandingan.

Selain membantu menentukan titik operan pada kasus offside, sensor di dalam bola juga mampu mendeteksi momen handball, menentukan titik kontak saat penalti, hingga mempermudah analisis berbagai insiden yang melibatkan bola.

Baca Juga: Di Tengah Kabar OTT KPK, Wabup Langkat Gelar Nobar Piala Dunia Bersama Forkopimda

Sensor IMU yang bekerja pada frekuensi sekitar 500 Hertz menghasilkan data tiga dimensi mengenai kecepatan, arah, serta waktu sentuhan bola secara real time.

Informasi tersebut kemudian disinkronkan dengan sistem pelacakan pemain melalui kamera stadion sehingga keputusan VAR dapat dibuat lebih cepat, akurat, dan transparan.

Kontroversial, tetapi Sesuai Aturan

Meski menuai kekecewaan dari kubu Kroasia, keputusan menganulir gol Gvardiol dinilai sesuai regulasi karena didukung bukti teknologi yang objektif.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa sepak bola modern tidak lagi hanya ditentukan oleh apa yang terlihat mata, tetapi juga oleh kecanggihan teknologi yang mampu menangkap detail-detail yang nyaris mustahil dideteksi manusia.

Bagi Portugal, keputusan tersebut menjadi penyelamat yang mengantar mereka melaju ke babak 16 besar. Sebaliknya, bagi Kroasia, satu sentuhan tipis yang tak kasatmata menjadi akhir dari perjuangan mereka di Piala Dunia 2026.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kroasia #teknologi connected ball #var #offside #portugal