Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Swiss vs Kolombia: James dan Johan, Dua Generasi Pemburuh Sejarah

Johan Panjaitan • Selasa, 7 Juli 2026 | 08:00 WIB
 Gelandang serang Kolombia James Rodriguez yang berusia 34 tahun bersaing dengan gelandang serang Swiss Johan Manzambi yang baru berusia 20 tahun pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dini hari nanti (8/7). (Gpt AI)
Gelandang serang Kolombia James Rodriguez yang berusia 34 tahun bersaing dengan gelandang serang Swiss Johan Manzambi yang baru berusia 20 tahun pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dini hari nanti (8/7). (Gpt AI)

 

VANCOUVER, Sumutpos.jawapos.com – Piala Dunia kerap melahirkan bintang baru. Dua belas tahun lalu, panggung terbesar sepak bola itu menjadi milik James Rodriguez. Kini, giliran Johan Manzambi yang mencuri perhatian.

Dini hari nanti (8/7), dua pemain dengan status breakout star dari dua generasi berbeda akan saling berhadapan saat Swiss menantang Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver. Laga tersebut akan disiarkan langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 03.00 WIB.

James adalah simbol kejutan Piala Dunia 2014. Saat itu, gelandang serang Kolombia yang belum memiliki reputasi sebesar para bintang Eropa tampil fenomenal dengan enam gol, sekaligus merebut Golden Boot. Penampilannya mengubah statusnya dari pemain berbakat menjadi salah satu gelandang terbaik dunia.

Baca Juga: Ernando Ari akan Buktikan Diri di Piala Presiden 2026

Kini, sorotan mengarah kepada Johan Manzambi. Gelandang serang Swiss yang baru berusia 20 tahun itu menjadi sensasi baru turnamen setelah mengoleksi tiga gol dan dua assist hanya dalam empat pertandingan. Jika James menjadi wajah baru pada 2014, maka Manzambi sedang menulis kisah serupa di Piala Dunia 2026.

Dari Bangku Cadangan Menuju Panggung Utama

Perjalanan Manzambi justru dimulai dari bangku cadangan. Pelatih Swiss Murat Yakin belum langsung memberinya tempat di tim inti. Ia hanya tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Qatar.

Kesempatan berikutnya langsung dimanfaatkan secara maksimal. Masuk sebagai super-sub menghadapi Bosnia-Herzegovina, Manzambi mencetak dua gol dan sejak saat itu nyaris tak tergantikan.

Produktivitasnya membuat pemain SC Freiburg tersebut kini menempati posisi kelima dalam daftar sementara Attacking FIFA Power Ranking dengan nilai 7,38. Ia hanya berada di belakang deretan nama besar seperti Kylian Mbappe (8,72), Lionel Messi (8,07), Erling Haaland (8,06), dan Harry Kane (7,42).

Baca Juga: KPK akan Usut Asal Usul Logam Platinum saat OTT Bupati Langkat

"Dia bisa bermain di lini belakang, lini tengah, sayap, bahkan sebagai penyerang. Dia adalah pemain yang bisa mengejutkan kami sekaligus mengejutkan lawan," ujar Murat Yakin, seperti dikutip Reuters.

Kemampuan bermain di berbagai posisi membuat Manzambi menjadi senjata taktis Swiss. Mobilitasnya sulit diprediksi, sementara insting mencetak golnya terus berkembang sepanjang turnamen.

James, Sang Maestro yang Belum Kehilangan Sentuhan

Di kubu Kolombia, James Rodriguez membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap menjadi pusat permainan.

Meski akan berusia 35 tahun pada 12 Juli mendatang, James tetap menjadi otak serangan La Tricolor. Data The Athletic menunjukkan dirinya telah mencatat enam switch of play, terbanyak sepanjang Piala Dunia 2026 sejauh ini.

Distribusi bola James menjadi fondasi hampir seluruh serangan Kolombia. Beroperasi dari sisi kanan sebelum bergerak ke area tengah, ia mengatur ritme permainan sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya.

"Dia memang berlari lebih sedikit sekarang, tetapi berpikir lebih banyak. Dia dikelilingi pemain yang tepat dan itulah yang membuatnya tetap bermain bagus," kata pelatih Kolombia Nestor Lorenzo.

Pengalaman James menjadi penyeimbang bagi skuad Kolombia yang dipenuhi tenaga muda. Ketika intensitas pertandingan meningkat, visi bermain dan kualitas umpannya tetap menjadi pembeda.

Keunggulan Swiss, Semangat Kolombia

Selain duel dua playmaker, pertandingan juga menghadirkan pertarungan antara faktor fisik dan dukungan suporter.

Swiss memiliki keuntungan karena tetap berada di Vancouver setelah menyingkirkan Aljazair pada babak sebelumnya. Kondisi itu membuat A-Team memiliki waktu pemulihan lebih baik tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

Baca Juga: Iran Tutup Ruang Udara selama Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Sebaliknya, Kolombia kembali menjalani perjalanan panjang. Dari Kansas City menuju Vancouver, La Tricolor kembali berpindah negara setelah sebelumnya bermain di Mexico City, Guadalajara, dan Miami.

Media Futbolred mencatat Kolombia telah menempuh perjalanan sekitar 7.413 kilometer, menjadikan mereka satu-satunya tim yang sudah bertanding di tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026.

Namun, kelelahan itu diyakini akan terbayar oleh dukungan suporter. Seperti pada laga-laga sebelumnya, ribuan pendukung Kolombia diperkirakan kembali memadati BC Place dan mengubah stadion menjadi lautan kuning.

"Orang Kolombia bukan hanya emosional di lapangan, tetapi juga di tribun. Ini akan menjadi pertandingan yang panas," ujar gelandang Swiss Ardon Jashari.

Di atas kertas, Swiss datang dengan kondisi fisik yang lebih segar. Namun, Kolombia memiliki pengalaman, kualitas James Rodriguez, dan dukungan suporter yang mampu mengangkat moral tim.

Pada akhirnya, babak 16 besar ini bukan sekadar duel Swiss melawan Kolombia. Ini adalah pertemuan dua generasi breakout star: James Rodriguez yang ingin memperpanjang warisan, dan Johan Manzambi yang tengah membangun sejarahnya sendiri.(jpg/han)

Perkiraan Susunan Pemain:

SWISS (4-2-3-1): 1-Kobel (g); 6-Zakaria, 4-Elvedi, 5-Akanji, 13-Rodriguez; 8-Freuler, 10-Xhaka (c); 11-Ndoye, 9-Manzambi, 17-Ruben Vargas; 7-Embolo
Pelatih: Murat Yakin

KOLOMBIA (4-3-3): 12-Camilo Vargas (g); 2-Munoz, 23-Davinson Sanchez, 3-Lucumi, 17-Mojica; 16-Lerma, 14-Puerta, 11-Jhon Arias; 10-James (c), 25-Luis Suarez, 7-Luis Diaz
Pelatih: Nestor Lorenzo

Editor : Johan Panjaitan
#kolombia #james rodrigueez #johan manzambi #piala dunia 2026 #swiss