ATLANTA, Sumutpos.jawapos.com– Langkah Lionel Messi menuju trofi 2026 FIFA World Cup memasuki babak yang semakin menantang. Setelah mengoleksi tujuh gol dan terus menjadi mesin kemenangan Argentina, sang kapten kini dihadapkan pada tekad besar Mesir yang berambisi menghentikan lajunya di babak 16 besar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, malam ini (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 23.00 WIB).
Optimisme Mesir bahkan dilontarkan dengan cara yang tak biasa. Asisten pelatih Ibrahim Hassan menyebut timnya tidak hanya memiliki satu pemain untuk menghadapi Messi.
"Mereka punya Messi. Tetapi kami punya 26 Messi. Kami juga punya Mohamed Salah," ujarnya kepada Ole.
Ucapan itu bukan sekadar sesumbar. Hassan ingin menegaskan bahwa kekuatan Mesir terletak pada kolektivitas, bukan hanya bergantung kepada Mohamed Salah yang selama ini dijuluki "Messi dari Mesir".
Menurutnya, seluruh pemain The Pharaohs mampu menjadi pembeda jika tampil tanpa beban.
"Kami meminta para pemain bermain lepas, memainkan pertandingan terbaik mereka, dan melupakan betapa besarnya sosok Messi," katanya.
Duel Perdana Messi vs Salah di Level Timnas
Laga ini juga menghadirkan duel yang telah lama dinantikan. Untuk pertama kalinya, Messi dan Salah akan saling berhadapan di level tim nasional.
Sebelumnya, kedua megabintang hanya pernah bertemu di level klub, tepatnya saat semifinal UEFA Champions League. Ketika itu, Barcelona yang dipimpin Messi menang 3-0 atas Liverpool yang diperkuat Salah pada leg pertama.
Namun, performa keduanya di Piala Dunia kali ini menunjukkan kontras. Messi tampil luar biasa dengan tujuh gol, sedangkan Salah baru mengemas satu gol dan dua assist.
Meski demikian, Messi menolak memandang sebelah mata lawannya. Ia berkaca pada pertandingan babak sebelumnya ketika Argentina harus bekerja keras sebelum menyingkirkan Tanjung Verde.
Baca Juga: Swiss vs Kolombia: James dan Johan, Dua Generasi Pemburuh Sejarah
"Saya tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Bukan kebetulan jika Mesir tidak kalah saat menghadapi Spanyol maupun Uruguay. Mencetak gol pertama akan menjadi bagian yang paling sulit," ujar Messi.
Persahabatan Berhenti Selama 90 Menit
Laga ini juga menghadirkan cerita menarik dari gelandang Alexis Mac Allister.
Sebagai rekan Salah di Liverpool, Mac Allister mengakui sang penyerang Mesir berperan besar membantunya beradaptasi dengan sepak bola Inggris maupun kehidupan di Merseyside.
Namun, semua kedekatan itu harus disimpan sementara.
"Aku berharap dia tidak terlalu memaksakan diri di pertandingan ini. Setelah laga nanti, mungkin kami tidak akan bertemu lagi di lapangan," kata Mac Allister sambil bercanda mengenai Salah yang dipastikan meninggalkan Liverpool pada musim depan.
Sama-sama Dipusingkan Pos Bek Kiri
Di balik duel para bintang, kedua pelatih juga menghadapi persoalan serupa di sektor kiri pertahanan.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni masih menunggu kondisi Facundo Medina yang mengalami kram pada babak 32 besar. Jika belum pulih, pemain senior Nicolás Tagliafico berpeluang kembali mengisi posisi bek kiri.
Baca Juga: Ruben Onsu Beri Kebebasan untuk Jordi Onsu yang akan Bongkar Aibnya
Situasi Mesir bahkan lebih rumit. Mereka telah kehilangan Ahmed Fatouh akibat cedera hamstring. Sementara calon penggantinya, Karim Hafez, juga dibekap masalah cedera sehingga diragukan tampil.
Di atas kertas, Argentina tetap lebih diunggulkan berkat kualitas individu dan produktivitas Messi. Namun, Mesir datang dengan modal pertahanan disiplin dan semangat kolektif yang mereka sebut sebagai "26 Messi". Pertanyaannya kini, apakah kolektivitas The Pharaohs mampu meredam pemain terbaik dunia, atau justru Messi kembali menambah koleksi golnya dan membawa Albiceleste melangkah ke perempat final?. (jpg/han)
Perkiraan Susunan Pemain:
ARGENTINA (4-4-2): 23-Emiliano Martinez (g); 26-Molina, 13-Romero, 6-Lisandro Martinez, 25-Medina; 7-De Paul, 20-Mac Allister, 24-Enzo, 15-Nicolas Gonzalez; 10-Messi (c), 22-Lautaro Martinez
Pelatih: Lionel Scaloni
MESIR (4-4-2): 23-Shobeir (g); 3-Hany, 2-Ibrahim, 5-Rabia, 15-Hafez; 8-Ashour, 14-Fathy, 19-Attia, 11-Ziko; 10-Salah (c), 22-Marmoush
Pelatih: Hossam Hassan