Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Roberto Martinez Mundur, Dua Kali Gagal Maksimalkan Generasi Emas

Johan Panjaitan • Rabu, 8 Juli 2026 | 11:38 WIB
JCristiano Ronaldo (kanan), pemain Portugal, dan Roberto Martinez, pelatih Portugal, terlihat saat upacara penyerahan trofi setelah pertandingan final UEFA Nations League 2025 antara Portugal dan Spanyol di Munich Football Arena.(foto Mikolaj Barbanell / ZUMA Press Wire.)
Cristiano Ronaldo (kanan), pemain Portugal, dan Roberto Martinez, pelatih Portugal, terlihat saat upacara penyerahan trofi setelah pertandingan final UEFA Nations League 2025 antara Portugal dan Spanyol di Munich Football Arena.(foto Mikolaj Barbanell / ZUMA Press Wire.)

 

LISBON, Sumutpos.jawapos.com – Kegagalan Portugal melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 langsung memakan korban. Roberto Martinez resmi mengundurkan diri dari kursi pelatih Seleção das Quinas, mengakhiri masa jabatan yang sejak awal dinilai belum mampu mengangkat potensi salah satu skuad paling bertabur bintang di Eropa.

Keputusan itu diumumkan tak lama setelah Portugal tersingkir dari turnamen. Namun, pernyataan kapten tim Cristiano Ronaldo mengisyaratkan bahwa kepergian Martinez sebenarnya bukan lagi sebuah kejutan.

"Aku sudah mencoretnya sebelum Piala Dunia. Jadi, kabar itu tidak mengejutkanku," ujar Ronaldo seperti dikutip Mais Futebol.

Ucapan sang kapten memunculkan berbagai spekulasi. Belum diketahui apakah Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) memang telah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Martinez sebelum turnamen dimulai, atau justru sang pelatih sudah kehilangan kepercayaan dari para pemain.

Baca Juga: Nama Muttaqien Hasrimy Disorot Hakim Dikasus Smartboart Tebingtinggi

Martinez sendiri memilih menerima situasi tersebut dengan lapang dada.

"Presiden (FPF) Pedro Proença berhak memilih siapa pun pelatih yang dia anggap layak. Saya ingin berterima kasih kepadanya atas dukungannya dan semua yang telah dia lakukan," kata pelatih asal Spanyol itu.

Gagal Maksimalkan Skuad Bertabur Bintang

Mundurnya Martinez menjadi penutup perjalanan yang dinilai jauh dari harapan. Sejak ditunjuk menangani Portugal pada 9 Januari 2023, ia dipercaya memimpin salah satu generasi terbaik yang pernah dimiliki negara tersebut.

Di lini tengah saja, Portugal memiliki kombinasi pemain kelas dunia seperti Vitinha dan João Neves yang baru membawa Paris Saint-Germain meraih berbagai kesuksesan, ditambah Bruno Fernandes, salah satu gelandang kreatif terbaik di Premier League.

Belum lagi deretan pemain berkualitas di lini depan dan belakang yang membuat Portugal kerap disebut sebagai kandidat kuat juara.

Namun, skuad mewah itu gagal diterjemahkan menjadi permainan yang konsisten dan meyakinkan di bawah arahan Martinez.

Mengulang Kisah di Belgia

Kritik terhadap Martinez bukan hal baru. Sebelum menangani Portugal, ia juga dianggap gagal membawa generasi emas Belgia meraih trofi mayor.

Saat itu, Martinez memiliki materi pemain luar biasa seperti Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku, Vincent Kompany, hingga Thibaut Courtois. Meski sempat membawa Belgia finis ketiga di Piala Dunia 2018, mereka tetap gagal mengonversi potensi besar menjadi gelar juara.

Baca Juga: BRICS Bangun Sistem Pembayaran Global Baru, Tantang Dominasi Dolar AS

Kini, sejarah serupa seolah kembali terulang bersama Portugal.

Dua negara dengan generasi emas berbeda, tetapi berakhir dengan kesimpulan yang sama: potensi besar tanpa prestasi yang sepadan.

Dikritik karena Minim Variasi

Mantan pemain timnas Portugal Ricardo Quaresma menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik kepemimpinan Martinez.

Menurutnya, Portugal tak pernah benar-benar menunjukkan identitas permainan sejak ditangani pelatih berusia 52 tahun tersebut.

"Sejak kedatangannya, saya belum pernah melihat Portugal bermain bagus. Dia sudah mencoba 50 taktik, tetapi tidak satu pun berhasil," kata Quaresma kepada Diario AS.

Kritik itu semakin menguat setelah Portugal gagal melewati hadangan Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Jorge Jesus Muncul sebagai Kandidat

Seiring kosongnya kursi pelatih, nama Jorge Jesus langsung mencuat sebagai kandidat terkuat pengganti Martinez.

Pelatih senior yang pernah menangani Cristiano Ronaldo di Al-Nassr itu dinilai memiliki pengalaman dan karakter yang dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi generasi emas Portugal yang masih dimiliki saat ini.

Baca Juga: Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Tantang Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026

Federasi Sepak Bola Portugal diperkirakan akan bergerak cepat menentukan pelatih baru agar proses regenerasi dan persiapan menuju agenda internasional berikutnya dapat segera dimulai.

Bagi Roberto Martinez, pengunduran diri ini menjadi akhir dari perjalanan yang penuh ekspektasi, tetapi minim pencapaian. Dan bagi Portugal, kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi pengingat bahwa memiliki kumpulan pemain terbaik saja tidak cukup tanpa racikan taktik yang mampu menyatukan seluruh potensi tersebut.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ronaldo #roberto martinez #generasi emas #portugal