Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bermain Membosankan, Swiss Justru Pecahkan Kutukan

Johan Panjaitan • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:45 WIB
Swiss melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kolombia 4-3 lewat adu penalti. (inews.id)
Swiss melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kolombia 4-3 lewat adu penalti. (inews.id)

 

VANCOUVER, Sumutpos.jawapos.com – Swiss akhirnya menembus perempat final Piala Dunia 2026. Namun, tiket bersejarah itu diraih melalui pertandingan yang justru dikenang karena minim hiburan.

Nati memastikan kemenangan atas Kolombia lewat drama adu penalti 4-3 setelah kedua tim gagal mencetak gol sepanjang 120 menit di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7). Di balik ketegangan babak tos-tosan, pertandingan tersebut dinilai sebagai salah satu laga paling membosankan sepanjang turnamen.

Penyebabnya sederhana: hampir tak ada peluang berbahaya yang tercipta.

Swiss bahkan baru mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama pada menit ke-32. Di sisi lain, Kolombia juga kesulitan membongkar disiplin pertahanan lawannya sehingga tempo pertandingan cenderung lambat dan berlangsung monoton.

Baca Juga: Jangan Sembarangan Kombinasikan Buah, Bisa Berubah Jadi Racun

Data ESPN memperkuat gambaran tersebut. Total expected goals (xG) kedua tim selama 90 menit hanya mencapai 0,7. Angka itu menjadi yang terendah di Piala Dunia 2026 sekaligus terendah ketiga dalam sejarah turnamen sejak statistik xG mulai didokumentasikan pada 1966.

Meski kualitas pertandingan menuai kritik, pelatih Swiss Murat Yakin sama sekali tidak mempermasalahkannya. Baginya, kemenangan jauh lebih penting daripada tontonan menarik.

"Kami membutuhkan perjuangan yang luar biasa, juga kecerdikan dan kesabaran. Akhirnya kami berhasil mematahkan kutukan adu penalti. Saya sangat bahagia untuk para pemain, staf, dan semua pendukung kami," ujar Yakin kepada SRF.

Kapten Granit Xhaka mengamini pernyataan sang pelatih. Menurutnya, Swiss menang bukan karena permainan atraktif, melainkan berkat mentalitas yang tetap terjaga hingga akhir pertandingan.

"Kami menunjukkan mentalitas yang luar biasa. Kekuatan tekad yang membawa kami menang. Kami akhirnya menciptakan sejarah," kata Xhaka.

Baca Juga: Tak Ada Lagi Bestie! Mbappe dan Hakimi Saling Jegal Menuju Semifinal

Kemenangan tersebut mengakhiri penantian panjang Swiss untuk kembali menembus delapan besar Piala Dunia. Terakhir kali mereka mencapai fase itu terjadi pada edisi 1954 ketika berstatus sebagai tuan rumah.

Kini, tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti. Swiss akan menghadapi juara bertahan Argentina pada perempat final yang digelar di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7). Jika ingin melanjutkan kisah bersejarahnya, Nati dituntut tampil jauh lebih berani dibanding ketika menghadapi Kolombia.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#adu penalti #kolombia #piala dunia 2026 #swiss