Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Spanyol vs Belgia: Duel Tembok Kokoh dan Mesin Gol Setan Merah

Johan Panjaitan • Jumat, 10 Juli 2026 | 09:00 WIB
Lamine Yamal. (genvoice)
Lamine Yamal. (genvoice)

 

LOS ANGELES, Sumutpos.jawapos.com– Ketangguhan lini belakang Spanyol akan kembali menjalani ujian sesungguhnya saat menghadapi Belgia pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Duel dua kekuatan Eropa itu akan berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Sabtu (11/7/2026) pukul 03.00 Wita.

La Roja datang dengan modal yang sulit ditandingi peserta lain. Tim asuhan Luis de la Fuente menjadi satu-satunya kontestan yang belum sekali pun kebobolan sepanjang turnamen di Amerika Utara. Rekor tersebut bahkan memperpanjang catatan mereka menjadi enam clean sheet beruntun di Piala Dunia, atau lebih dari 10 jam pertandingan tanpa memungut bola dari gawang sendiri.

Teranyar, benteng pertahanan Spanyol sukses meredam agresivitas Portugal. Gol dramatis Mikel Merino pada menit 90+1 memastikan kemenangan 1-0 sekaligus menyingkirkan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan dari persaingan.

Statistik impresif itu menjadi bekal berharga bagi sang juara Eropa, meski sejarah mencatat babak delapan besar bukan fase yang selalu bersahabat bagi Spanyol. Sebelum edisi ini, La Roja hanya dua kali mampu melewati rintangan perempat final.

Namun, era Luis de la Fuente menghadirkan optimisme baru. Sejak mengambil alih kursi pelatih, ia selalu berhasil membawa Spanyol melewati setiap laga fase gugur turnamen besar yang dijalani.

Baca Juga: Justin Bieber Gabung BTS, Madonna, dan Shakira di Halftime Show Piala Dunia 2026, Netizen Antusias

Rekor pertemuan juga berpihak kepada La Roja. Dari 11 bentrokan terakhir melawan Belgia, Spanyol memenangkan sembilan pertandingan sejak kekalahan mereka di Euro 1980.

"Kami senang bisa mencapai perempat final dan akan memberikan yang terbaik hingga akhir turnamen," ujar De la Fuente kepada Diario AS.

Ia menegaskan skuadnya telah membuktikan diri sebagai salah satu kandidat terkuat untuk merebut gelar dunia.

"Kami memiliki kualitas yang membuat lawan memandang kami sebagai tim yang harus dikalahkan," tegasnya.

Gelandang serang Dani Olmo menilai kekuatan terbesar Spanyol terletak pada kolektivitas. Menurutnya, seluruh pemain memiliki komitmen yang sama saat menyerang maupun bertahan.

"Lini pertahanan kami tampil luar biasa. Ini pencapaian besar. Kami ikut senang untuk Unai Simon. Jika kami terus menjaga gawang tetap bersih, peluang menang akan semakin besar," kata Olmo kepada France24.

Belgia Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Meski berstatus underdog, Belgia bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

Setelah mengawali turnamen dengan performa kurang meyakinkan, tim asuhan Rudi Garcia menjelma menjadi salah satu tim paling produktif. Dalam tiga pertandingan terakhir, Setan Merah menggelontorkan 12 gol, termasuk kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah Amerika Serikat pada babak 16 besar.

Produktivitas tersebut menjadi ancaman nyata bagi rekor nirbobol Spanyol.

Belgia juga memiliki kenangan manis menghadapi La Roja di fase ini. Pada Piala Dunia 1986, mereka menyingkirkan Spanyol lewat drama adu penalti sebelum akhirnya mencapai semifinal.

"Secara pribadi saya senang menghadapi Spanyol. Lolos ke perempat final sudah merupakan pencapaian bagus, tetapi kami ingin melangkah lebih jauh. Itulah ambisi kami," kata Garcia, dikutip dari Xinhua.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Kedungrong Kulon Progo: Bencana Longsor Mengubah Warga Menjadi Mandiri Energi

Namun, Belgia tetap menghadapi persoalan komposisi pemain. Amadou Onana dipastikan absen setelah mengalami cedera ligamen lutut (ACL) saat menghadapi Amerika Serikat. Posisi gelandang bertahan itu diperkirakan akan diisi Hans Vanaken atau Nicolas Raskin.

Di lini belakang, Zeno Debast juga masih belum pulih sehingga Garcia kemungkinan mempertahankan komposisi bek yang tampil pada babak sebelumnya.

Salah satu keputusan paling menarik Garcia terjadi saat melawan Amerika Serikat. Ia mencadangkan Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku. Keputusan itu terbukti jitu setelah Charles De Ketelaere mencetak dua gol dan membawa Belgia tampil dominan.

Meski demikian, De Bruyne diprediksi kembali mengisi starting XI untuk mengatur ritme permainan, sementara Lukaku berpeluang kembali memulai laga dari bangku cadangan.

Nico Belum Fit, Yamal Siap Menggebrak

Di kubu Spanyol, Luis de la Fuente masih harus bersabar menunggu pemulihan Nico Williams yang belum sepenuhnya pulih dari cedera otot adduktor.

Sebaliknya, Lamine Yamal telah kembali berada dalam kondisi terbaik dan siap menjadi motor serangan dari sisi sayap.

Selain kemungkinan memasukkan Marcos Llorente, Fabian Ruiz, atau Mikel Merino ke dalam sebelas pertama, De la Fuente diperkirakan tetap mempertahankan kerangka tim yang sukses membawa Spanyol melangkah tanpa kebobolan.

Baca Juga: Jejak Gajah Menjadi Penanda Harapan Pemulihan Habitat Satwa Kunci Leuser di Tenggulun

Secara historis, kedua negara baru dua kali bertemu di Piala Dunia. Belgia menang melalui adu penalti pada perempat final edisi 1986, sementara Spanyol membalas lewat kemenangan 2-1 pada fase grup Piala Dunia 1990.

Kini, 36 tahun setelah pertemuan terakhir mereka di panggung dunia, satu tiket semifinal kembali diperebutkan. Di satu sisi ada Spanyol yang berusaha mempertahankan status sebagai tim dengan pertahanan paling kokoh di turnamen.

Di sisi lain, Belgia datang membawa lini serang yang sedang tajam dan ambisi untuk kembali menciptakan kejutan. Pertarungan dua kekuatan dengan karakter bertolak belakang itu menjanjikan salah satu laga paling menarik di babak perempat final Piala Dunia 2026. (jpg/han)

Prakiraan  Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Simon; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri, Pedri; Yamal, Olmo, Baena; Oyarzabal

Belgia (4-2-3-1): Courtois; Castagne, Ngoy, Mechele, De Cuyper; Vanaken, Tielemans; Lukebakio, De Bruyne, Trossard; De Ketelaere

Editor : Johan Panjaitan
#laroja #belgia #piala dunia 2026 #setan merah #Spanyol