LONDON, Sumutpos.jawapos.com – Fulham mengusung misi bangkit ketika menjamu AFC Wimbledon pada putaran kedua EFL Cup 2026/2027 di Craven Cottage, Jumat (28/8/2026) pukul 02.00 WIB.
Laga ini menjadi kesempatan bagi The Cottagers untuk melupakan kekalahan dramatis 2-3 dari Chelsea pada laga pembuka Premier League. Di sisi lain, AFC Wimbledon datang dengan kepercayaan diri yang belum sepenuhnya pulih setelah mengawali musim dengan persoalan produktivitas.
Fulham memang diperkirakan melakukan rotasi. Namun, kedalaman skuad dan perbedaan kualitas pemain membuat tim asuhan Alvaro Arbeloa tetap lebih diunggulkan.
Fulham Ingin Perbaiki Lini Belakang
Kekalahan dari Chelsea memperlihatkan bahwa Fulham masih memiliki pekerjaan rumah di sektor pertahanan.
Meski mampu melepaskan 14 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran, Fulham harus membayar mahal kelengahan di lini belakang. Chelsea berhasil mencetak tiga gol hanya dalam 49 menit pertama.
Baca Juga: Kegempaan Gunung Sinabung Meningkat, PVMBG Imbau Warga Tak Beraktivitas di Radius 3 Km dari Puncak
Karena itu, duel kontra AFC Wimbledon menjadi kesempatan Arbeloa untuk mengevaluasi sekaligus memberikan menit bermain kepada sejumlah pemain yang belum mendapatkan kesempatan sebagai starter.
Kenny Tete, Ryan Sessegnon, Luc De Fougerolles, Shea Charles, Harrison Reed, Emile Smith Rowe, Kevin, dan Rodrigo Muniz diprediksi mendapat kesempatan tampil.
Joachim Andersen juga kembali tersedia setelah sebelumnya absen karena menjalani skorsing.
Di lini depan, Muniz berpotensi menjadi ancaman utama. Dukungan Smith Rowe dari lini kedua juga bisa memberikan variasi serangan, sementara Charles dan Reed diharapkan menjaga keseimbangan permainan.
Rotasi memang membuat komposisi Fulham berubah, tetapi kualitas individu mereka tetap menjadi keunggulan besar.
AFC Wimbledon Masih Mandul di League One
AFC Wimbledon memiliki masalah berbeda. Tim asuhan Johnnie Jackson belum menemukan ketajaman di League One.
Dalam dua pertandingan awal kompetisi tersebut, mereka belum mampu mencetak satu gol pun. Setelah kalah 0-3 dari Huddersfield Town, AFC Wimbledon hanya bermain imbang 0-0 ketika menghadapi Reading.
Meski demikian, mereka memiliki pengalaman positif di EFL Cup. AFC Wimbledon menyingkirkan Newport County melalui adu penalti setelah bermain 1-1.
Baca Juga: Tuntutan Tiga Terdakwa Kasus 100 Butir Ekstasi di Binjai Ditunda, Jaksa Minta Waktu Sepekan
Catatan tersebut menunjukkan bahwa AFC Wimbledon memiliki kemampuan bertahan dalam pertandingan ketat. Persoalannya, mereka harus menemukan solusi di depan gawang jika ingin memberikan perlawanan serius di Craven Cottage.
Menghadapi klub Premier League jelas menjadi ujian dengan tingkat kesulitan berbeda.
Sama-Sama Berpotensi Rotasi
Jadwal padat membuat kedua tim kemungkinan tidak menurunkan kekuatan terbaik sejak menit pertama.
Fulham sudah ditunggu Sunderland pada Minggu. Sementara itu, AFC Wimbledon juga memiliki agenda menghadapi Wigan Athletic dan Burton Albion dalam rentang waktu kurang dari sepekan.
Jackson diperkirakan memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain, termasuk Nathan Bishop, Andy Yiadom, Steven Sessegnon, Callum Maycock, Aron Sasu, dan Antwoine Hackford.
Harry Cornick, rekrutan anyar dari Luton Town, kemungkinan belum langsung menjadi starter.
Namun, dalam situasi sama-sama melakukan rotasi, Fulham masih memiliki keuntungan dari kedalaman skuad. Pemain seperti Muniz, Smith Rowe, Kevin dan Charles memiliki kualitas yang cukup untuk mengontrol pertandingan.
Kesempatan Pemain Pelapis Unjuk Gigi
Bagi Fulham, pertandingan ini bukan hanya soal lolos ke babak berikutnya. Laga EFL Cup juga menjadi panggung bagi pemain yang ingin mendapatkan kepercayaan lebih besar dari Arbeloa.
Muniz berpeluang menunjukkan ketajamannya di lini depan. Smith Rowe dapat menjadi sumber kreativitas, sedangkan Charles dan Reed dituntut menjaga kontrol permainan.
Fulham diprediksi lebih banyak menguasai bola dan menekan sejak awal. AFC Wimbledon kemungkinan memilih bermain lebih rapat sembari mengandalkan serangan balik.
Baca Juga: Sambut HUT ke-25, Demokrat Dairi Gelar Donor Darah dan Siapkan 500 Bibit Pohon
Strategi tersebut bisa membuat tuan rumah frustrasi jika gagal mencetak gol cepat. Namun, tekanan yang terus-menerus berpotensi membuat pertahanan AFC Wimbledon kehilangan konsentrasi.
Kondisi tersebut menjadi semakin sulit bagi tim tamu mengingat mereka belum menunjukkan produktivitas yang meyakinkan pada awal musim.
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon
Fulham memang tidak berada dalam kondisi ideal setelah kekalahan dari Chelsea. Namun, kualitas skuad dan keuntungan bermain di kandang membuat mereka tetap menjadi favorit.
AFC Wimbledon berpotensi memberikan perlawanan, terutama jika mampu mempertahankan disiplin seperti saat menahan Reading tanpa gol.
Namun, Fulham memiliki lebih banyak opsi untuk membongkar pertahanan lawan. Jika mampu menghindari kesalahan di lini belakang, The Cottagers seharusnya bisa mengamankan kemenangan.
Kemenangan tersebut akan menjadi respons yang tepat bagi Fulham setelah kekalahan dari Chelsea sekaligus membuka jalan mereka ke babak berikutnya EFL Cup 2026/2027. (jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan