Real Madrid Vs Inter Milan: Guru dan Murid Berebut Panggung Liga Champions

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:35 WIB
Jose Mourinho. (notjustok)
Jose Mourinho. (notjustok)

 

Sumutpos.jawapos.com-Real Madrid akan menjamu Inter Milan pada matchday pertama Liga Champions 2026/2027, dini hari nanti. Duel di Santiago Bernabeu ini bukan sekadar bigmatch pembuka fase liga, tetapi juga menjadi pertarungan taktik antara guru dan murid.

Enam belas tahun lalu, Jose Mourinho membawa Inter Milan menjuarai Liga Champions. Salah satu pemain penting dalam skuadnya saat itu adalah Cristian Chivu.

Kini, keduanya berdiri di sisi yang berbeda. Mourinho memimpin Real Madrid, sementara Chivu datang ke Bernabeu sebagai pelatih Inter Milan. Pertemuan tersebut menghadirkan cerita lama dalam panggung yang sama, tetapi dengan peran yang telah berubah.

Baca Juga: Al Ittihad vs Al Fayha: Al-Numoor Siap Terkam Tim Tamu

Di atas kertas, Real Madrid lebih diunggulkan. Selain tampil di hadapan pendukung sendiri, Los Blancos memiliki rapor impresif ketika menghadapi Inter maupun klub-klub Italia.

Rekor Madrid Jadi Modal Besar

Real Madrid memiliki catatan pertemuan yang cukup meyakinkan atas Inter Milan.

Kedua tim telah berhadapan 19 kali. Madrid mengantongi 10 kemenangan, sedangkan Inter tujuh kali keluar sebagai pemenang.

Dominasi tersebut semakin terasa ketika Madrid bermain di kandang. Dari sembilan pertemuan terakhir di markas sendiri, Los Blancos mampu memenangi delapan di antaranya.

Bukan hanya Inter yang kesulitan menghadapi Madrid. Secara keseluruhan, Los Blancos memenangkan 19 dari 21 pertandingan terakhir melawan klub-klub Italia.

Terakhir, Madrid menundukkan Juventus 1-0 pada matchday ketiga musim lalu ketika mereka tengah memburu gelar Liga Champions ke-16.

Baca Juga: Tak Sampai 24 Jam, 6 Tersangka Diciduk! 15 Polisi Batu Bara Raih Penghargaan

Sebaliknya, Inter membawa catatan buruk ketika bertandang ke Spanyol. Nerazzurri belum pernah menang dalam 13 lawatan terakhir menghadapi klub-klub Spanyol sejak menghancurkan Valencia 5-1 pada fase grup musim 2004/2005.

Lawatan terakhir mereka ke Spanyol juga berujung kekalahan. Inter takluk 1-2 dari Atletico Madrid pada matchday kelima musim lalu.

Madrid Datang dengan Luka

Meski memiliki banyak modal positif, Real Madrid tidak datang dalam kondisi ideal.

Kekalahan mengecewakan dari Real Betis di La Liga akhir pekan lalu menjadi bahan bakar tambahan bagi pasukan Mourinho. Bagi sang pelatih, hasil tersebut seharusnya tidak terjadi setelah timnya tampil meyakinkan sepanjang pertandingan.

“Tim memainkan pertandingan yang hebat. Terkadang Anda kalah dan tidak tahu mengapa atau bagaimana menjelaskannya,” ujar Mourinho.

Kini, Inter menjadi sasaran berikutnya untuk melampiaskan kekecewaan tersebut. Namun, Mourinho harus memutar otak karena persoalan terbesar justru berada di lini tengah.

Aurélien Tchouaméni masih absen. Sementara Arda Güler, Bernardo Silva, dan Eduardo Camavinga juga tidak dapat dimainkan karena sanksi.

Situasi tersebut membuat pilihan Mourinho sangat terbatas.

Baca Juga: Barcelona vs Feyenoord: Blaugrana Buru Pesta Gol

“Praktisnya, Valverde akan menjadi satu-satunya pemain tim utama yang tersedia,” kata Mourinho.

Dengan kondisi tersebut, Jude Bellingham berpeluang ditarik lebih dalam untuk mendampingi Federico Valverde dalam skema double pivot.

Perubahan posisi Bellingham bisa menjadi salah satu kunci pertandingan. Madrid membutuhkan kreativitasnya, tetapi pada saat bersamaan mereka juga harus memastikan lini tengah tidak kehilangan keseimbangan ketika menghadapi tekanan Inter.

Inter Datang Tanpa Rasa Takut

Inter Milan justru datang ke Bernabeu dengan kepercayaan diri tinggi.

Kemenangan dramatis atas Napoli di Serie A membuat Nerazzurri mempertahankan catatan sempurna pada awal musim. Comeback tersebut juga memperlihatkan mentalitas tim asuhan Chivu yang tidak mudah runtuh ketika berada dalam tekanan.

“Saya sangat menyukai reaksi tim. Kami tetap solid, terus bermain, dan meningkatkan tempo,” ujar Chivu seperti dikutip dari situs resmi Inter Milan.

Kepercayaan diri itu juga terlihat dari para pemainnya. Mereka tidak datang ke Madrid sekadar untuk bertahan dan berharap mendapatkan hasil imbang.

“Berikutnya adalah Real Madrid. Mereka tim yang sangat kuat, begitu pula kami,” kata Curtis Jones.

Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan Inter bahwa mereka memiliki kualitas untuk mengimbangi tuan rumah.

Terlebih, Chivu bisa menurunkan komposisi terbaiknya. Inter hanya kehilangan Djed Spence untuk pertandingan ini.

Baca Juga: Pemkab Langkat Tertibkan Kendaraan Dinas, Tiorita: Aset Harus Jelas dan Akuntabel

Kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri. Chivu dapat merancang strategi secara lebih leluasa untuk menghadapi Mourinho, sosok yang pernah menjadi gurunya ketika masih menjadi pemain.

Krisis Lini Tengah Jadi Ujian Madrid

Inter memiliki alasan untuk percaya diri. Dalam empat musim terakhir, mereka dua kali mampu finis sebagai runner-up Liga Champions.

Namun, perjalanan mereka musim lalu juga meninggalkan noda. Inter secara mengejutkan tumbang dari tim kuda hitam Bodo/Glimt.

Kini, tantangan yang jauh lebih berat menanti di Bernabeu.

Di sisi lain, Madrid juga tidak turun dengan kekuatan penuh. Eder Militao, Rodrygo, Ferland Mendy, dan Thiago Pitarch masih berkutat dengan cedera.

Sementara kondisi Raul Asencio, Endrick, dan Marc Cucurella masih harus dipastikan sebelum pertandingan dimulai.

Absennya sejumlah pemain membuat kedalaman skuad Madrid kembali diuji. Terutama di lini tengah, tempat Mourinho harus menemukan formula terbaik untuk meredam permainan Inter.

Baca Juga: 18 Truk KDKMP Angkut Pengungsi Sinabung Pulang ke Rumah

Bellingham kemungkinan besar menjadi bagian penting dari solusi tersebut. Bermain lebih ke belakang bersama Valverde akan membuat perannya berubah dari penghubung utama serangan menjadi salah satu fondasi permainan Madrid.

Di sinilah pertarungan sesungguhnya dimulai.

Mourinho membawa pengalaman dan keunggulan sejarah, sementara Chivu datang dengan skuad yang lebih lengkap serta momentum sempurna di awal musim.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
panggung real madrid duel liga champions inter milan