Inter Milan vs Udinese: Nerazzurri Siap Balas Dendam

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:45 WIB
Lautaro Martinez bersama Inter Milan siap menjamu Udinese dalam lanjutan Liga Italia. (cultofcalcio)
Lautaro Martinez bersama Inter Milan siap menjamu Udinese dalam lanjutan Liga Italia. (cultofcalcio)

 

MILAN, Sumutpos.jawapos.com– Udinese mungkin bukan lawan yang kerap membuat Inter Milan bertekuk lutut. Namun, klub asal Friuli itu menyimpan satu memori yang belum sepenuhnya dilupakan Nerazzurri.

Udinese menjadi tim yang memberikan kekalahan pertama kepada Inter asuhan Cristian Chivu musim lalu, ketika kompetisi Serie A baru memasuki giornata kedua. Dini hari nanti (15/9), Inter kembali berhadapan dengan Udinese di Stadio Giuseppe Meazza, Milan, dalam giornata keempat Serie A musim ini. Laga tersebut disiarkan langsung Vidio mulai pukul 01.45 WIB.

Baca Juga: AS Kenakan Tarif hingga 173,7 Persen untuk Panel Surya Indonesia

Pertemuan ini menjadi momentum bagi Chivu untuk menunjukkan bahwa Inter saat ini bukan lagi tim yang sama. Tiga giornata awal musim telah dilewati dengan sempurna. Lautaro Martinez dan kawan-kawan menyapu bersih seluruh laga dan langsung menempatkan diri sebagai kandidat kuat untuk kembali merebut scudetto.

“Musim ini kami telah berubah,” tegas Chivu seperti dilansir Sky Sport Italia.

Pelatih asal Rumania itu menilai kekalahan dari Udinese musim lalu terjadi ketika dirinya dan tim masih berada dalam fase adaptasi. Situasinya kini berbeda. Inter datang dengan kepercayaan diri tinggi dan fondasi permainan yang semakin matang.

“Jadi, tidak ada alasan kami mengulang kekalahan itu,” ujar Chivu.

Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari mantan kapten sekaligus bek tengah Inter, Andrea Ranocchia. Menurutnya, keberhasilan Chivu membawa Inter meraih scudetto Serie A dan Coppa Italia musim lalu menjadi bukti bahwa sang pelatih mampu mengangkat level permainan tim.

“Dia (Chivu) lebih dari sekadar bagus. Dia dapat memperbaiki banyak situasi dan hal itu tidak mudah. Sekarang dia memimpin klub juara Italia yang makin kuat,” kata Ranocchia.

Momen Lautaro dan Pio

Pertemuan dengan Udinese juga menghadirkan deja vu bagi duet lini depan Inter, Lautaro Martinez dan Francesco Pio Esposito.

Pada pertemuan terakhir kedua tim di Bluenergy Stadium atau Stadio Friuli, Udine, dalam giornata ke-21 Serie A musim lalu, keduanya menjadi aktor utama kemenangan tipis Inter 1-0.

Baca Juga: Jangan Dibiarkan! 5 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Bantu Atasi Rasa Lelah

Lautaro menjadi penentu kemenangan setelah menuntaskan umpan Pio. Kini, keduanya kembali datang dengan modal positif. Dari tiga giornata awal musim ini, Lautaro telah mencetak dua gol, sedangkan Pio mengoleksi satu gol dan satu assist.

Bagi Pio, laga kontra Udinese juga bisa menjadi panggung untuk melanjutkan perkembangan pesatnya bersama Inter. Ekstensi kontrak yang baru didapatnya berpotensi menjadi suntikan motivasi tambahan.

Mantan striker Inter, Christian Vieri, bahkan melihat Pio sebagai calon bomber utama Nerazzurri pada masa depan. Dengan tinggi badan 191 sentimeter, Pio dinilai memiliki karakteristik yang mengingatkan Vieri pada Luca Toni, striker jangkung Italia dengan tinggi 193 sentimeter.

“Pio akan menjadi klon Toni. Beri dia satu atau dua musim dan dia akan mencetak 25-30 gol tiap musim. Saat ini, dia sedang belajar bersama Lautaro dan (Marcus) Thuram dan kemudian dia akan menjadi striker pilihan nomor satu,” ujar Vieri kepada Tuttosport.

Kesempatan Stones Jadi Starter

Selain duel lini depan, perhatian juga tertuju pada John Stones. Sejak bergabung dengan Inter, mantan bek Manchester City itu belum sekalipun tampil sebagai starter.

Dalam tiga giornata pertama, Stones selalu memulai pertandingan dari bangku cadangan. Namun, situasi tersebut berpotensi berubah saat menghadapi Udinese.

La Gazzetta dello Sport melaporkan Stones berpeluang dipercaya tampil sejak menit pertama. Kesempatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemain asal Inggris itu untuk menunjukkan kemampuannya dalam sistem tiga bek Inter.

Baca Juga: Kangen Band Terancam Bubar, Andika Mahesa Akhirnya Buka Suara soal Konflik Internal

Stones sudah memiliki koneksi yang baik dengan Manuel Akanji sejak keduanya masih bermain bersama Manchester City. Tantangan berikutnya adalah membangun chemistry dengan Alessandro Bastoni sebagai bagian dari trio pertahanan Inter.

Jika seluruh potensi itu mampu berpadu, Inter memiliki alasan kuat untuk percaya diri. Udinese pernah menjadi noda pertama dalam perjalanan Chivu musim lalu.

Kini, Nerazzurri punya kesempatan untuk menghapus luka tersebut sekaligus menjaga start sempurna mereka di Serie A.(jpg/han)

Perkiraan Susunan Pemain:

NTER MILAN (3-5-2): 1-Josep Martinez (g); 25-Akanji, 6-Stones, 95-Bastoni; 17-Diouf, 8-Sucic, 20-Calhanoglu, 7-Zielinski, 30-Augusto; 10-Lautaro (c), 94-Pio Esposito
Pelatih: Cristian Chivu 

UDINESE (3-4-2-1): 40-Okoye (g); 77-Ebosse, 27-Kabasele, 14-Abankwah; 23-Vojvoda, 38-Miller, 8-Karlstorm (c), 11-Kamara; 46-Unai Gomez, 32-Ekkelenkamp; 9-Keinan Davis 
Pelatih: Kosta Runjaic

Editor : Johan Panjaitan
nerazzuri serie a udinese balas dendam inter milan