Bayer Leverkusen vs Celje: Die Werkself Siap Pesta Gol di BayArena

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 11:15 WIB
Bayer Leverkusen diprediksi meraih kemenangan telak atas Celje pada laga pembuka Liga Europa di BayArena. (skysport)
Bayer Leverkusen diprediksi meraih kemenangan telak atas Celje pada laga pembuka Liga Europa di BayArena. (skysport)

 

Sumutpos.jawapos.com – Bayer Leverkusen mengawali perjalanan di Liga Europa 2026/2027 dengan menjamu Celje di BayArena, Kamis (17/9) pukul 02.00 WIB.

Die Werkself diprediksi mampu mengamankan kemenangan meyakinkan. Produktivitas lini depan menjadi modal utama Bayer Leverkusen, sementara Celje datang ke Jerman dalam kondisi yang kurang ideal.

Bayer Leverkusen diprediksi menang 3-0.

Musim 2026/2027 memang belum berjalan sepenuhnya mulus bagi pasukan Carles Martinez Novell. Namun, lini depan mereka menunjukkan tanda-tanda menjanjikan.

Bayer Leverkusen selalu mencetak sedikitnya dua gol dalam empat pertandingan terakhir. Catatan itu dimulai ketika mereka menghancurkan Wehen Wiesbaden 4-0 di DFB-Pokal pada 22 Agustus.

Baca Juga: AC Milan vs Benfica: Reuni Ruben Amorim dan Dilema Luka Modric

Setelah takluk 2-3 dari Elversberg pada laga pembuka Bundesliga, Die Werkself bangkit dengan kemenangan telak 4-0 atas Union Berlin pada 5 September.

Empat pemain berbeda mencetak gol dalam kemenangan tersebut. Variasi sumber gol itu menjadi salah satu kekuatan yang bisa menyulitkan Celje.

Pada pertandingan terakhir, Bayer Leverkusen memang hanya bermain imbang 2-2 melawan Augsburg. Sempat tertinggal dan kemudian kembali unggul, Die Werkself akhirnya diselamatkan gol Patrick Schick pada menit ke-89.

Hasil tersebut membuat Bayer Leverkusen hanya meraih dua kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Namun, BayArena tetap menjadi benteng yang sulit ditembus. Sejak Januari, Die Werkself hanya dua kali menelan kekalahan di kandang sendiri.

Celje Datang dengan Beban Berat

Di sisi lain, Celje menghadapi laga yang jauh lebih rumit.

Juara Slovenia tersebut baru saja berpisah dengan pelatih Vitor Campelos. Keputusan itu diambil setelah pertemuan antara Campelos dan presiden klub, dengan kedua pihak sepakat mengakhiri kerja sama karena perbedaan yang disebut tidak dapat didamaikan.

Pergantian pelatih terjadi hanya beberapa hari sebelum pertandingan menghadapi Bayer Leverkusen.

Situasi tersebut diperburuk dengan performa Celje yang sedang menurun. Mereka kalah 1-2 dari NK Bravo pada Sabtu lalu, sekaligus menjadi kekalahan keempat dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Baca Juga: Neymar Berhasil Bujuk Coutinho ke Santos, Reuni Duo Brasil Ini Akhirnya Terwujud

Meski begitu, Celje masih memiliki catatan tandang yang cukup kompetitif. Dalam lima laga tandang terakhir, mereka mencatat dua kemenangan dan hanya dua kekalahan.

Namun, BayArena menghadirkan tantangan berbeda. Celje harus menghadapi tim dengan produktivitas tinggi sekaligus mencoba beradaptasi setelah perubahan di kursi pelatih.

Leverkusen Masih Kehilangan Sejumlah Pemain

Bayer Leverkusen juga tidak turun dengan kekuatan penuh.

Kennet Eichhorn masih harus menepi karena masalah mitochondrial disorder. Nathan Tella juga belum pulih dari cedera punggung, sedangkan Eliesse Ben Seghir diragukan tampil karena persoalan pada paha.

Equi Fernandez dan Aleix Garcia diperkirakan mengisi lini tengah di belakang Ibrahim Maza.

Di sektor pertahanan, Jarell Quansah berpeluang tampil di sisi kanan. Montrell Culbreath masih menjalani pemulihan dari cedera kaki.

Patrick Schick menjadi salah satu pemain yang layak mendapat perhatian. Golnya pada menit ke-89 saat menghadapi Augsburg menunjukkan ketajamannya masih bisa menjadi ancaman bagi pertahanan Celje.

Baca Juga: Andre Taulany Dikabarkan Segera Menikah, Surat Rekomendasi Nikah Sudah Diajukan

Sementara itu, Celje kehilangan Andrej Kotnik akibat hukuman suspensi. Papa Daniel dan Mark Zavukovnik diperkirakan mengisi lini tengah, dengan Svit Seslar berperan sebagai pemain nomor 10.

BayArena Bisa Jadi Pembeda

Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan momentum yang berbeda.

Bayer Leverkusen memang belum konsisten di kompetisi domestik, tetapi produktivitas mereka terus terjaga. Sebaliknya, Celje datang setelah empat kekalahan dalam lima laga terakhir dan baru kehilangan pelatih.

Kondisi tersebut berpotensi membuat Celje lebih banyak bertahan untuk meredam tekanan tuan rumah.

Catatan tandang yang cukup baik memberi sedikit harapan bagi tim Slovenia itu. Namun, Leverkusen memiliki keuntungan besar dari atmosfer BayArena dan kedalaman kualitas pemain.

Jika mampu menjaga intensitas serangan seperti dalam beberapa pertandingan terakhir, Die Werkself berpeluang mengendalikan permainan sejak awal.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
celje ideal jerman liga eropa Diprediksi