Harmoni Ramadan di Pendopo Jentera Malay: Pemkab Langkat Perkuat Silaturahmi dan Lepas Tim Safari
Johan Panjaitan• Kamis, 26 Februari 2026 | 11:41 WIB
Bupati Langkat, Syah Afandin saat memberi sambutan dalam kesempatan buka puasa bersama jajaran OPD dan forkopimda. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos)
STABAT, Sumutpos.jawapos.com-Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti Pendopo Jentera Malay saat Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar buka puasa bersama sekaligus melepas Tim Safari Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (25/2/2026).
Mengusung tema “Harmoni Ramadan dalam Doa, Bersinergi dalam Karya”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi momentum strategis mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan unsur Forkopimda, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Deni Azhari, dilanjutkan saritilawah oleh Izzatul Khairani. Tausiah yang disampaikan Al-Ustadz Asrul mengingatkan kembali makna Ramadan sebagai bulan penyucian diri sekaligus penguatan kepedulian sosial.
Ramadan sebagai Ruang Konsolidasi
Bupati Langkat, Syah Afandin, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan ruang konsolidasi moral dan sosial.
“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas keimanan, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Langkat yang religius dan sejahtera,” ujar pria yang akrab disapa Ondim tersebut.
Ia menambahkan, pelepasan Tim Safari Ramadan menjadi simbol komitmen pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kehadiran tim ini bukan hanya untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga menyerap aspirasi dan menyampaikan program pembangunan yang sedang maupun akan dijalankan di berbagai kecamatan.
“Pemerintah harus hadir, mendengar, dan bekerja bersama rakyat. Safari Ramadan adalah jembatan komunikasi yang memperkuat kebersamaan,” tegasnya.
Simbol Kehadiran Pemerintah
Pelepasan tim dilakukan secara simbolis oleh Bupati bersama Wakil Bupati Langkat, disaksikan seluruh tamu undangan. Momentum tersebut menandai dimulainya rangkaian kunjungan ke berbagai wilayah di Kabupaten Langkat sepanjang bulan suci.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana penuh kekeluargaan. Kebersamaan yang terbangun di pendopo itu menjadi refleksi harmonisasi antara pemerintah dan masyarakat—bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang nilai, kebersamaan, dan komitmen spiritual.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi, Ramadan di Langkat hadir sebagai pengingat bahwa kekuatan daerah terletak pada sinergi. Doa dipanjatkan, karya dijalankan, dan persatuan diteguhkan.(ted/han)