Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Harapan di Balik Baju Lebaran: Yayasan Syuhada Ajak Anak Kurang Mampu Berbagi Kebahagiaan

Johan Panjaitan • Jumat, 20 Maret 2026 | 13:27 WIB

 Yayasan Syuhada ajak anak kurang mampu berbagi kebahagiaan dengan mengajak berbelanja kebutuhan lebaran idul fitri. (SUBANTA RAMPANG AYU/SUMUT POS)
Yayasan Syuhada ajak anak kurang mampu berbagi kebahagiaan dengan mengajak berbelanja kebutuhan lebaran idul fitri. (SUBANTA RAMPANG AYU/SUMUT POS)

PADANGSIDIMPUAN, Sumutpos.jawapos.com-Di tengah hiruk pikuk jelang Idulfitri, kehangatan justru terpancar dari wajah puluhan anak kurang mampu yang untuk pertama kalinya bisa memilih baju Lebaran mereka sendiri. Momen haru itu terjadi saat Yayasan Pendidikan Syuhada mengajak anak-anak yatim, yatim piatu, dan fakir miskin berbelanja pakaian di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Kota Padangsidimpuan.

Di dalam toko pakaian dengan harga terjangkau, tawa dan antusiasme anak-anak tak terbendung. Masing-masing mendapatkan jatah dua stel pakaian, yang dipilih dengan penuh semangat, didampingi keluarga dan pihak yayasan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang telah berjalan selama lima tahun, digagas langsung oleh Ketua Yayasan, Martua Raja Sulaiman. Ia menyebut, aksi berbagi ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap anak-anak yang membutuhkan.

Baca Juga: Mobil Bermuatan BBM Terbakar di Sitinjo, Sopir dan Anak Alami Luka Bakar

“Kami ingin berbagi kebahagiaan. Melihat mereka tersenyum dan bisa mengenakan pakaian baru di hari raya adalah kebahagiaan tersendiri,” ujarnya.

Selain melalui yayasan, Martua juga aktif menyalurkan bantuan serupa di lingkungan pendidikan, termasuk kepada siswa kurang mampu di sekolah yang ia bina. Harapannya, semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut berbagi, terutama di momentum Idulfitri.

“Kalau kita diberi kelebihan rezeki, sudah sepatutnya kita menyisihkan untuk mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Pantauan di lapangan pada Kamis malam (19/3/2026), toko pakaian tersebut dipadati warga yang berburu kebutuhan terakhir Lebaran. Fenomena ini mencerminkan realitas ekonomi sebagian masyarakat yang masih terbatas, sehingga memilih berbelanja di tempat dengan harga terjangkau, bahkan di detik-detik terakhir menjelang hari raya.(mag-11/han)

Editor : Johan Panjaitan
#lebaran #anak yatim #belanja gratis #kurang mampu