MEDAN, SUMUT POS- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat upaya menjaga ketertiban sosial dan kerukunan masyarakat melalui pengawasan terhadap aliran kepercayaan maupun ajaran yang dianggap menyimpang di tengah masyarakat.
Kepala Kesbangpol Sumut, Mulyono, mengatakan pengawasan tersebut dilakukan secara terpadu bersama Kementerian Agama dan Kejaksaan melalui Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem).
Menurutnya, langkah itu penting dilakukan guna mencegah munculnya keresahan sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketenteraman masyarakat di Sumatera Utara.
Baca Juga: Mulyono Sebut Demonstrasi di Sumut Sepanjang 2025 Berjalan Kondusif
“Kami bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Kejaksaan untuk memantau adanya aliran-aliran yang dinilai menyimpang dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Mulyono saat memberikan keterangannya di kantor Gubernur Sumut, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan yang dilakukan bukan semata-mata untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam menjalankan keyakinan, melainkan sebagai bentuk langkah antisipasi agar tidak terjadi konflik sosial maupun penyebaran ajaran yang dapat memicu perpecahan.
Mulyono menuturkan, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam proses pengawasan tersebut. Kesbangpol bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kelompok-kelompok tertentu yang dinilai perlu mendapat perhatian khusus.
“Pengawasan ini dilakukan secara bersama-sama dan terukur. Kami tentu mengedepankan pendekatan persuasif serta koordinasi dengan berbagai pihak agar situasi tetap kondusif,” katanya.
Ia menyebutkan, hingga saat ini masih ditemukan sejumlah aktivitas kelompok tertentu yang menjadi perhatian pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Karena itu, pihaknya terus melakukan monitoring di berbagai wilayah guna memastikan kondisi sosial masyarakat tetap aman dan harmonis.
Selain melakukan pengawasan, Kesbangpol Sumut juga aktif membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dan mencegah munculnya gesekan di tengah masyarakat.
Mulyono menegaskan bahwa stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama merupakan faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga suasana damai serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajaran yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan, saling menghormati, dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” pungkasnya. (san/ram)
Editor : Juli Rambe