Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Usai Dirampok, Turis Asal Prancis Dibuang ke Jurang Tongging

Admin SP • Senin, 8 April 2024 | 22:19 WIB

 

EVAKUASI: Petugas Polri dan TNI mengevaluasi turis asal Prancis yang dibuang di  dasar jurang Tongging, Karo.
EVAKUASI: Petugas Polri dan TNI mengevaluasi turis asal Prancis yang dibuang di dasar jurang Tongging, Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO - Seorang wisatawan asal Negara Francis diduga jadi korban kejahatan saat berwisata ke Air Terjun Sipiso-Piso, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Wanita berusia 52 tahun ini diduga dirampok dan dibuang orang tak dikenal ke jurang. Korban ditemukan terkapar tak berdaya dari bawah jurang curam sekitar Desa Tongging.

.Beruntung nyawa korban berhasil diselamatkan dan dievakuasi tim gabungan TNI-Polri, Basarnas dan warga sekitar.

Hingga kini korban belum bisa memberi keterangan karena masih mendapat perawatan intensif RS Columbia Medan.

Sebelum kejadian, korban disebut sempat ngadu ke tour guide. Dia mengaku jadi korban kejahatan.
Info yang dihimpun, turis asing yang datang ke lokasi bersama anaknya sempat dinyatakan hilang pada Sabtu (6/4).

Kapolres Tanah Karo AKBP Wahyudi Rahman, SH, SIK, MM, CPHR, CBA mengatakan, pihaknya menerima informasi adanya wisatawan asing yang hilang di Sipiso-Piso sekitar pukul 11.30 WIB.

Setelah mendapatkan informasi ini, personel Polres Tanah Karo langsung bergerak ke lapangan dibantu personel TNI dan masyarakat sekitar melakukan pencarian.

"Kemarin kita dapat informasi dari Kapolsek Tigapanah, bahwasannya ada turis yang hilang di air terjun Sipiso-Piso. Tim kita semua berangkat ke lokasi bekerjasama dengan TNI dan masyarakat," kata Kapolres. Proses pencarian dan evakuasi korban dari TKP ke lokasi yang aman, dikatakan Kapolres cukup memakan waktu.

Hingga akhirnya pada Minggu (7/4) pukul 07.00 WIB tadi, korban berhasil dievakuasi. Selanjutnya, korban dibawa ke RSU Kabanjahe untuk dilakukan penanganan secara intensif oleh tim medis.

Saat ini, korban sedang menjalani proses observasi di Medan. Nanti setelah selesai proses observasi, tim dokter akan memberikan rekomendasi seperti apa langkah selanjutnya yang akan diberikan.

"Nanti akan kita dengarkan hasilnya dari tim dokter, kalau ada perkembangan yang dinamis kita akan koordinasi dengan rumah sakit yang ada di Medan," katanya.

Dari hasil pengembangan di lapangan, Kapolres mengatakan tim mendapatkan ada beberapa petunjuk lain yang mengarah jika korban sempat mendapatkan tindak kejahatan. Apalagi, dugaan penyerangan yang dialami oleh korban sempat dilaporkan korban ke tour guide yang mendampingi korban.

"Kita dapat informasi korban ini diserang oleh OTK. Untuk itu, kita masih terus lakukan pengembangan," katanya.
Melihat adanya dugaan tindak kejahatan, Kapolres mengatakan timnya masih terus melakukan pengembangan untuk mencari tau kebenaran kejadian yang dialami oleh korban. (deo/han)

Editor : Redaksi
#wisatawan asing #tongging #sipiso piso