Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tuntut Jalan Rusak Diperbaiki, Warga Selesai Tutup Jalan dengan Bakar Ban

Admin SP • Senin, 29 Juli 2024 | 16:53 WIB
BAKAR BAN: Aksi warga bakar ban di jalan rusak Kelurahan Pekan Selesai agar segera diperbaiki.(Masyarakat Selesai/Sumut Pos )
BAKAR BAN: Aksi warga bakar ban di jalan rusak Kelurahan Pekan Selesai agar segera diperbaiki.(Masyarakat Selesai/Sumut Pos )

STABAT, SUMUTPOS.CO- Warga Lingkungan I dan II Kelurahan Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, menutup akses jalan utama dengan cara membakar ban. Aksi itu mereka lakukan agar badan jalan rusak parah diperbaiki, Senin (29/7/2024).

"Masyarakat di sini sudah muak dengan kondisi jalan yang rusak parah ini. Dari tahun ke tahun, tidak ada perhatian dari tingkat kecamatan maupun kabupaten," ujar masyarakat sekitar, Damik.

Dikatakannya, aksi penutupan jalan itu dilakukan agar truk truk bermuatan pasir dari pantai galian C yang diduga ilegal, tidak dapat melintas.

Dia menjelaskan, akses jalan yang rusak ini juga melewati kantor pemerintahan di Kecamatan Selesai. Mulai dari kantor kecamatan, koramil hingga polsek.

"Kami melakukan aksi pemblokiran jalan massal agar ada perhatian khusus dan tanggapan serius dari pemerintah kecamatan dan kabupaten. Apabila tidak, kami akan melakukan (blokir jalan) setiap hari," serunya.

Status jalan yang rusak ini tercatat milik Pemkab Langkat. "Ada dilakukan perbaikan tapi tempel-tempel saja tahun 2015-2016," ujarnya.

Terpisah, Camat Selesai, Yanes Pramanta Sitepu sudah mengetahui adanya aksi demo massa bakar ban menutup akses jalan utama tersebut. Dia pun mendukung, sikap masyarakat yang memblokir jalan tersebut.

"Jalan sudah lama tidak diperbaiki, status jalan kabupaten," kata dia.

Dia sudah mengurus Lurah Pekan Selesai untuk meredam aksi massa. "Saga ada kegiatan di Stabat, ini mau ke lokasi. Pak lurah sudah saya arahkan ke sana," kata dia.

Dia menambahkan, truk bermuatan dari pantai galian c yang menyebabkan jalan tersebut rusak parah. "Angkutan galian c melebihi tonase tidak sesuai dengan kualitas jalan. Ya bagus ada aksi dari masyarakat, peduli dengan jalan karena banyak abu juga. Investor kurang peduli, dampaknya (galian c) ke masyarakat kita," tukasnya. (ted/han)

Editor : Redaksi
#bakar ban