Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Irigasi Longsor, 150 Hektare Sawah di Simungun Dairi Kekeringan

Johan Panjaitan • Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:35 WIB
Kepala Desa Simungun, Tupang Sianturi.(RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
Kepala Desa Simungun, Tupang Sianturi.(RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

DAIRI, SUMUTPOS.CO - Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di daerah irigasi (DI) Lae Garut, Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, tidak bisa menanam padi akibat saluran irigasi longsor, Jumat (11/10/2024) lalu.

Seluas 150 hektare areal persawahan, saat ini kekeringan. Demikian disampaikan Kepala Desa Simungun, Tupang Sianturi kepada wartawan di Sidikalang, Rabu (16/10/2024).

Kades menerangkan, warganya kehilangan mata pencaharian akibat sawah mereka tidak bisa ditanami padi karena air tidak ada. Padahal, sebagian petani sudah ada yang menyamai dan siap tanam.

Kerusakan saluran irigasi sekitar 1 kilometer (km) di 5 titik. Tupang Sianturi mengatakan, padi sawah merupakan komoditi unggulan di Desa itu. Petani bisa 2 kali panen dalam satu tahun dengan produksi rata-rata 15-20 kaelng per rante, ungkapnya.

Kejadian ini sangat memukul perekonomian petani setempat seraya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, bisa segera melakukan penanganan irigasi yang rusak dimaksud. (rud/han)

Editor : Redaksi
#Simungun Dairi