MEDAN, SUMUTPOS.CO - Ribuan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) yang dikerahkan untuk mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, di daerah rawan telah kembali ke satuan masing-masing pada 3-4 Desember 2024.
Selama lebih dari seminggu, mereka bertugas menghadapi berbagai tantangan di medan yang sulit demi memastikan proses pencoblosan berjalan aman dan lancar.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi seluruh personel BKO.
"Saya sangat menghargai perjuangan rekan-rekan yang telah bertugas di daerah-daerah rawan, meskipun harus melewati medan berat seperti menyeberangi sungai, melintasi jembatan gantung yang rusak, mendaki gunung tanpa kendaraan, hingga menyeberang pulau menggunakan sampan. Semua itu menunjukkan dedikasi yang luar biasa demi mengamankan kotak suara dan menjaga kondusivitas wilayah," ungkap Wishnu, Kamis (5/12).
Adapun, sbanyak 1.969 TPS di tujuh wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Sumut menjadi fokus pengamanan personel BKO. Meski menghadapi tantangan besar, personel tetap semangat melaksanakan tugas mereka. Salah satu anggota BKO yang bertugas di daerah pedalaman mengungkapkan, bahwa perjalanannya memang berat, tapi mereka tetap berusaha yang terbaik. Meski lelah, mereka merasa bangga bisa menjalankan amanah ini hingga selesai. Apresiasi langsung dari Kapolda Sumut memberikan semangat tambahan bagi para personel.
"Mendapatkan apresiasi seperti ini dari pimpinan tentu membuat kami merasa dihargai dan semakin bersemangat untuk menjalankan tugas ke depannya," ujar salah satu personel yang bertugas BKO di wilayah pulau Niasselatan (Nisel).
Mantan Dirtipedeksus Bareskrim Polri ini ini menegaskan, bahwa keberhasilan tersebut adalah hasil kerja keras dan dedikasi personel di lapangan.
"Kita telah melewati salah satu tahapan penting Pilkada dengan aman dan lancar. Ini adalah bukti komitmen kita bersama untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri," tutup Whisnu. (dwi/han)
Editor : Redaksi