Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Banjir Bandang Terjang Tapanuli Selatan, Ratusan Rumah Rusak dan Ribuan Jiwa Mengungsi

Redaksi Sumutpos.co • Kamis, 19 Desember 2024 | 17:09 WIB
BANJIR: Terjangan banjir bandang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan. banjir tersebut menimbulkan Air bah dengan batang-batang kayu hutan menyapu empat desa, tepatnya di Kota Tua, Harean, Sisoma.
BANJIR: Terjangan banjir bandang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan. banjir tersebut menimbulkan Air bah dengan batang-batang kayu hutan menyapu empat desa, tepatnya di Kota Tua, Harean, Sisoma.

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Bencana alam banjir bandang menerjang ratusan rumah di dua desa di Kota Tua, Harean, Sisoma dan Simaninggir, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, dari Rabu hingga Kamis (19/12/2024).

Banjir bandang menerjang ratusan rumah. Dengan ketinggian air dan batang kayu hampir seluruhnya mencapai atap rumah-rumah warga di dua desa tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (19/12/2024).

"Bencana Banjir Bandang di Desa Kota Tua dan Desa Simanggir, Kecamatan Tano Tombangan Angkola," ucapnya.

Photo
Photo

Lanjut Sri Wahyuni, kronologis kejadian bermula cuaca hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Desa Kota Tua Kecamatan Tano Tombangan Angkola sekitar jam 14.00 WIB. Sehingga menyebabkan sungai Aek Mardua meluap dan membawa material kayu dan menerjang pemukiman penduduk di Desa Kota Tua, Desa Sisoma, Desa Harean, Desa Simaninggir juga terdampak banjir bandang tersebut," jelasnya.

Tetapi Desa yang paling terdampak Banjir Badang yaitu Desa Kota Tua. Sementara bekum ada data korban jiwa, hanya korban luka, dan masyarakat terpaksa mengungsi.

"Korban meninggal dunia sementara nihil. Luka berat 1 orang di Desa Kota Tua. Luka ringan 1 orang di Desa Kota Tua," katanya.

Akibat banjir bandang dahsyat ini terjadi kerusakan berat hingga ringan pada rumah-rumah masyarakat setempat. Banjir masih berlangsung sehingga petugas masih melakukan pendataan dan evakuasi penyelamat warga

"Pengungsi Desa Kota Tua sekitar 300 jiwa, Desa Simaninggir sekitar 50 Jiwa. Desa Sisoma dan Harean nihil. Jumlah Penduduk yang terdampak di Desa Kota Tua sekitar 1.180 Jiwa, dan di Desa Simaninggir 379 jiwa. Yang terdata kelompok korban renta di Desa Kota Tua bayi 24 jiwa, balita 94 jiwa, Ibu hamil 24 Jiwa, bbu menyusui 45 jiwa, lansia 65 jiwa," jelasnya.

"Upaya yang dilakukan saat ini evakuasi korban banjir bandang, koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan mendata korban. BPBD dan instansi terkait juga mendirikan tenda pengungsi, mendirikan dapur umum, distribusi logistik,"ucapnya.(san/han)

Editor : Redaksi
#banjir bandang