TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO - Anggota DPRD Tebingtiggi dari Partai Hanura, Ogamota Hulu SH meminta stemple Ketua DPRD Kota Tebingtinggi tidak disalahgunakan, mengingat penggunaannya telah berulangkali menyalahi aturan.
"Saya berharap kepada Sekretaris Dewan dan Wakil Ketua I DPRD Kota Tebingtinggi, Muhammad Ikhwan hal ini jangan terulang kembali, karena kita selaku anggota DPRD Kota Tebingtinggi bekerja sesuai Undang-Undang dan peraturan yang berlaku," jelas Ogamota Hulu, Minggu (19/1) siang.
Disampaikan Ogamota Hulu, belakangan ini Sekretaris Dewan dan Wakil Ketua I DPRD Kota Tebingtinggi telah menyalahgunakan wewenangnya karena Wakil Ketua I DPRD, sering mengunakan stempel Ketua DPRD tanpa seizin Ketua DPRD, Sakti Khadaffi Nasution.
"Seharusnya kalau itu digunakan mengatasnamakan Ketua DPRD, harus ada pernyataan surat dari Ketua DPRD. Ternyata hal tersebut dibebaskan oleh Sekretariat Dewan bernama Sahat Nasution," jelas Ogamota Hulu kembali.
Dipaparkan Ogamota Hulu, Sekretariat Dewan Itu tugasnya selain melayani kebutuhan DPRD dan juga memberikan masukan dalam tertib administrasi sesuai peraturan yang berlaku bukan melakukan pembiaran dengan rapat paripurna dengan tanda tangan Wakil Ketua I DPRD Kota Tebingtinggi.
Menurut Ogamota Hulu, bahwasanya Ketua DPRD Kota Tebingtinggi pernah dikonfirmasi terkait undangan dengan tanda tangan Wakil Ketua I, Sakti Khadaffi Nasution, tidak mengetahuinya.
Hal ini terbukti, pada rapat paripurna penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tebingtinggi terpilih tanggal 16 Januari 2025, dimana Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Sakti Khadafi Nasution tidak mengetahuinya.
"Dalam undangan rapat penetapan alat kelengkapan dewan dan padahal ini sudah pernah dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2025 pukul 16.00 WIB. Terkait ini, kita berharap mereka bekerja secara profesional sesuai aturan dan peraturan yang berlaku, karena jika ini berlanjut maka akan menyalahi aturan," ungkap Ogamota Hulu.
Sedangkan Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Sakti Khadaffi Nasution ketika ditanya mengatakan tidak mengetahui semuanya dan dirinya tidak dihubungi terkait rapat paripurna tersebut. (ian/han)
Editor : Redaksi