SIANTAR, SUMUTPOS.CO - Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diminta untuk memperhatikan pedagang yang saat ini berjualan di badan jalan pasca kebakaran gedung 4 Pasar Horas pada 23 September 2024 lalu.
Permintaan ini disampaikan dalam bentuk unjukrasa yang digelar para pedagang di Jalan Merdeka, Kamis (6/3) siang.
Agus Butarbutar yang memimpin aksi menyampaikan, bahwa kondisi pedagang saat ini sangat memprihatinkan karena berjualan di kios darurat.
"Beberapa bulan lalu, gedung 4 ludes terbakar. Maka dibuatlah pasar darurat di badan jalan. Tapi sampai kapan ini berlangsung? Kita mau ada solusi dari pemerintah," ujar Agus Butarbutar.
Agus berharap supaya Wali Kota Siantar Wesly Silalahi yang baru dilantik mau memperhatikan pedagang dengan cara membangun gedung baru bekas yang terbakar.
Amatan media ini, unjukrasa ini mengundang perhatian masyarakat dikarenakan mereka melakukan aksi dengan menutup jalan protokol sehingga arus lalu lintas dialihkan.
Namun selama aksi berlangsung, tidak ada pihak Pemko Siantar yang datang untuk memberi penjelasan, begitu juga jajaran Direksi Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya Kota Pematangsiantar (PDHJ).
Adapun jumlah pedagang yang terdampak dari kebakaran tersebut lebih kurang 400 pedagang. Mereka terpaksa membuat kios darurat di badan jalan.
Sebelum terjadinya kebakaran gedung 4 Pasar Horas 23 September 2024 lalu, Walikota sebelumnya, Susanti Dewayani sudah pernah menjajaki permohonan bantuan ke Kementerian Perdagangan dan PUPR pada Maret 2024.
Hasil pertemuan di Kementerian Perdagangan pasa 5 Maret 2024 , Susanti Dewayani mengungkapkan bahwa Kementerian Perdagangan telah mengirimkan surat rekomendasi ke Kementerian PUPR untuk membangun gedung 4 Pasar Horas.
Akan tetapi, tindak lanjut permohonan Pemko Siantar tidak ada kejelasan dari Pemerintah Pusat apakah bersedia membangun atau tidak.
Terpisah, Dirut PDHJ Bolmen Silalahi saat dihubungi tidak memberi respon. (mag7/han)
Editor : Redaksi