TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO-Nahas menimpa Maulana (10). Bocah SD warga Desa Sukadame, Kecamatan Bamban, Kabupaten Sergai, meregang nyawa usai ditabrak kereta api, Sabtu (22/3) sore.
Musibah itu terjadi saat Maulana mancing bersama temannya di tepi rel kereta api di Kalan Gunung Sorek Merapi Lingkungan 3, kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Medan Rambutan.
Ke lokasi pemancingan, korban Bersama temannya Imam (10) dengan berboncengan sepeda motor. Namun saat menyeberangi perlintasan kereta api, korban ditabrak kereta api yang dating dari arah Medan menuju Kota Tebingtinggi.
Tubuh Maulana pun terpental hingga 10 meter dari lokasi ditabrak. Menurut Kepala Lingkungan 3, Ali Udin, memang ada jembatan perlintasan KA di bawahnya ada sungai kecil dan sering dijadikan lokasi pemancingan.
Bahkan warga sekitar pun sering mengingatkan anak-anak untuk hati-hati karena di atas jembatan ada rel kereta api.
"Ada teriakan warga yang melihat ada anak-anak sedang mancing ditabrak kereta api, setelah dicek lokasi, warga menemukan anak tersebut dengan kondisi luka dan tidak sadarkan diri, kemudian warga sekitar langsung membawa korban ke rumah sakit,"ujar Ali Udin.
Oleh warga sekitar, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Chevani Kota Tebingtinggi. Namun karena mengalami luka-luka yang cukup serius, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Sejauh ini, pihak kepolisian Polsek Rambutan belum memberikan keterangan kronologis kejadian lakalantas anak tertabrak kereta api. (ian/han)
Editor : Johan Panjaitan