STABAT, SUMUTPOS.CO- Peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa ibu dan anak di Kelurahan Pekanbahorok, Kecamatan Bahorok, menyita perhatian sejumlah kalangan. Salah satunya Anggota DPRD Langkat, Matthew Diemas Bastanta.
Politisi muda dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menduga, 2 nyawa yang melayang dalam peristiwa kebakaran itu karena tidak sigapnya petugas damkar. Karena itu, politisi yang karib disapa Theo ini mendesak Bupati Langkat, Syah Afandin untuk mengevaluasi jabatan kepala satuan polisi pamong praja.
"Damkar ini di bawah naungan Satpol PP Langkat, makanya kita meminta kepada bapak bupati untuk mengevaluasinya," beber Theo, Kamis (3/4/2025).
Nyawa ibu dan anak atas nama Ediliana br Meliala (64) serta Isabela Katarina br Ketaren (38) itu melayang karena diduga adanya keterlambatan pemadam kebakaran beserta petugasnya tiba di lokasi kejadian. Bahkan ironisnya setiba damkar di lokasi, alat damkar yang disebut nozzle itu diduga tidak berfungsi dengan baik atau rusak.
Buntutnya, kobaran api kian marak hingga menghanguskan 6 rumah toko sekaligus beserta nyawa ibu dan anak melayang. Selain itu, peristiwa itu dilaporkan juga ada seorang pria atas nama Khairul Anwar (68) yang mengalami luka bakar.
"Tadi menurut cerita, pada saat kejadian dan sampai mobil damkar di lokasi kejadian, alat pun rusak, gak berfungsi," ujar Theo yang melihat sisa puing kebakaran di lokasi sekaligus menghimpun keterangan masyarakat.
"Bapak bupati juga harus turun ini melihat kondisi alat damkar yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Harus dilakukan pendataan, mana yang tidak berfungsi, lakukan pembenahan, jangan ketika mau dipakai, ditemukan tidak berfungsi," sambungnya.
Selain desakan evaluasi, Theo juga memberi saran kepada Pemkab Langkat untuk menyiagakan 1 unit damkar beserta petugasnya pada setiap kecamatan. Namun karena keterbatasan anggaran, menurut Theo, hal itu sulit terealisasi.
"Karena keterbatasan anggaran ini, 1 unit damkar beserta petugasnya untuk 2 kecamatan dapat disiapkan. Supaya dapat menjangkau lokasi kebakaran dan tidak terjadi lagi keterlambatan seperti ini," bebernya.
Keterlambatan dimaksud adalah, mobil damkar yang meluncur ke Bahorok adalah unit dari pos yang berada di Kecamatan Selesai.
"Ketika setiap 1 unit itu untuk 2 kecamatan, dapat sebagai antisipasi dan langkah cepat untuk melakukan pemadaman. Hal ini tidak dapat dibiarkan dan harus segera dilakukan langkah cepat. Persoalan ini juga tidak hanya akan dilakukan RDP (rapat dengar pendapat), tapi akan dibawa ke rapat paripurna," tukasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan