Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bocorkan Informasi Bandar ke Polisi Berujung Teror, Pemicu Rumah Wartawan di Langkat Dimolotov

Redaksi Sumutpos • Minggu, 13 April 2025 | 19:17 WIB
DIMOLOTOV: Kamar jendela di rumah wartawan Joko pecah usai dimolotov OTK.(Istimewa/Sumut Pos)
DIMOLOTOV: Kamar jendela di rumah wartawan Joko pecah usai dimolotov OTK.(Istimewa/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO- Joko Purnomo (47) mengungkapkan adanya teror yang diterimanya melalui layanan pesan WhatsApp dari orang tak dikenal. Teror itu diterima Joko sebelum rumahnya dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Jum'at (11/4/2025) dini hari.

Sebelum teror itu mendarat di telepon genggamnya, Joko secara intensif memberitakan praktik haram bandar narkotika di wilayah Pangkalanbrandan dan sekitarnya maupun Teluk Aru. Karena itu, pemberitaan tersebut diduga menjadi pemicu rumahnya dilempar bom molotov.

Rentetan pemicu lainnya adalah Joko membocorkan belasan nama bandar narkotika yang bebas menjual kristal putih bak kacang goreng di wilayah Teluk Aru kepada Polres Langkat. Diduga hal itu membuat mafia gerah hingga terjadi kekerasan terhadap pers.

"Sebelum kejadian pelemparan bom molotov ini, ada yang WhatsApp tapi saya gak kenal. Katanya 'Kau kirim berita itu ke Polres (Langkat) ya'," ujar Joko, akhir pekan kemarin

Joko mengakui, ada mengirim atau melakukan konfirmasi kepada Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo soal nama terduga bandar narkoba. "Setelah saya mengkonfirmasi Kapolres, beberapa menit kemudian masuk WA tak dikenal itu," ucap Joko.

"Saya kecewa, sampai saat ini peredaran sabu di Kabupaten Langkat sangat berkembang pesat tanpa ada tindakan hukum yang pasti. Dan yang paling kecewanya, saya memberikan informasi atau mengkonfirmasi nama-nama bandar narkoba, malah saya mendapat teror dari nomor WA yang tak dikenal," sambungnya.

Dia menyebut, tetangganya sempat melihat mobil warna hitam yang mencurigakan berhenti di persimpangan tak jauh dari rumahnya, tempat kejadian perkara bom molotov dilempar. "Saat pelemparan bom molotov ke rumah, tetangga saya namanya Pak Ipul ada melihat satu unit mobil warna hitam ada berhenti di simpang, mau masuk ke gang rumah saya. Begitu tetangga saya membuka pintu, mobil itu pergi dengan kecepatan tinggi," ujar Joko.

Ada dua titik pelemparan bom molotov yang dilakukan oleh OTK. Titik pertama itu dilempar mengarah jendela kamar anaknya, dan titik kedua ke arah jendela kamar Joko serta istrinya.

"Saya berharap polisi memberantas habis peredaran sabu yang ada di Kabupaten Langkat, jangan tebang pilih," serunya.

Terpisah, Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo menyatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. "Termasuk apabila masyarakat melaporkan peristiwa seperti yang disebutkan (peredaran narkoba), kami Polri akan menindaklanjuti laporan itu. Saya sudah tekankan kepada penyidik untuk menangani kasus tersebut secara profesional, prosedural, proporsional, legalitas, legitimasi, transparan, dan akuntabel," kata David.

Namun, David tidak ingin berandai-andai terkait motif dibalik peristiwa yang dialami Joko Purnomo. "Biarkan penyelidikan berjalan terlebih dahulu. Mari Kita serahkan pada mekanisme hukum yg berlaku," ujar David.

Rumah Joko yang dilempar molotov terletak di Jalan Besitang, Gang Musala, Alur Dua Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Joko merupakan wartawan atau jurnalis salah satu media online.

Peristiwa yang dialami Joko sudah dilaporkan ke Polsek Pangkalanbrandan. Itu sesuai dengan laporan polisi nomor: B/45/IV/2025/SPKT/Polsek Pangkalanbrandan/Polres Langkat. (tedhan)

Editor : Redaksi
#teror