Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ormas Diduga Tutup Paksa Pabrik Es Kristal, Ini Imbauan Bupati Langkat

Juli Rambe • Sabtu, 19 April 2025 | 13:45 WIB
KELUHAN: Pengusaha es kristal UD Aguaris (kanan) saat didatangi polisi dan menyampaikan keluhannya. (Dok: istimewa)
KELUHAN: Pengusaha es kristal UD Aguaris (kanan) saat didatangi polisi dan menyampaikan keluhannya. (Dok: istimewa)

 

STABAT, SUMUTPOS.CO- Seorang pengusaha es kristal viral di media sosial. Dalam video tersebut, sang pengusaha mengeluh karena diduga pabriknya ditutup paksa oleh Organisasi Masyarajat (Ormas).

Keluhan sang pengusaha inipun mendapat sorotan dari Bupati Langkat, Syah Afandin.

Pabrik dimaksud berlokasi di Desa Pantai Gemi, Stabat, Langkat. 

"Pemerintah kabupaten (Pemkab) dalam hal ini saya selaku Bupati Langkat, meminta agar tidak ada orang-orang yang mengganggu keamanan dan menghalangi aktivitas produksi pengusaha," ujar pria yang karib disapa Ondim itu, Sabtu (19/4/2025).

Kata dia, pemkab membuka pintu dan ruang komunikasi jika ada yang ingin menyampaikan aspirasi. Karenanya, Ondim pun mengajak semua pihak untuk menjaga Kabupaten Langkat agar tetap kondusif. 

"Jika sudah mengarah ke perbuatan yang tak kondusif, maka saya mendukung tindakan dalam bentuk apapun yang dilakukan aparat penegak hukum, untuk menjaga Kabupaten Langkat tetap kondusif," tegas Ondim. 

Polres Langkat dan Polsek Stabat sudah turun ke pabrik es kristal itu dalam rangka menyahuti keluhan yang viral di media sosial tersebut. Bahkan pasca turun aparat kepolisian, pabrik es kristal itu sudah kembali beroperasi seperti sedia kala.

Sebelumnya, UD Aguaris yang mencetak es kristal diduga mendapat intimidasi hingga penutupan paksa dari ormas lantaran permintaan tidak dipenuhi. 

Meski begitu, pihak kepolisian dalam hal ini Polres Langkat, sudah turun ke lokasi untuk menangani persoalan yang ada dengan tuntas. 

Pengusaha es kristal kini sudah dapat kembali beroperasi seperti semula. Disebut-sebut ormas yang diduga melakukan intimidasi itu adalah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

Ormas itu menuntut pembayaran upah kerja di UD Aguaris. (ted/ram)

Editor : Juli Rambe