BINJAI-Pasar Bundar di Jalan Jenderal Sudirman, Binjai Kota, akan difungsikan menjadi Markas Komite Ekonomi Kreatif. Langkah itu untuk menepati janji politik Amir-Jiji dalam kontestasi pemilihan kepala daerah 2024.
Itu disampaikan Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi usai meninjau Pasar Bundar, akhir pekan kemarin. Orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Kota Binjai yang karib disapa Jiji itu adalah sosok yang energik dan kreatif.
Sebagai mantan Penasihat Rumah Kolaborasi Bobby Nasution itu, Jiji akan menuangkan ide-ide inovatifnya melalui Komite Ekonomi Kreatif demi pembenahan di Kota Rambutan.
"Atas arahan Bapak Wali Kota Binjai hari ini kita meninjau Pasar Bundar. Di mana Pasar Bundar ini kita rencanakan peruntukannya untuk komite ekonomi kreatif," jelas Jiji.
Lalu apa itu Komite Ekonomi Kreatif? Adalah sebuah perkumpulan atau wadah yang akan memberi rekomendasi, merumuskan hingga merencanakan sistem ekonomi kreatif di Kota Binjai.
Komite ini akan berkolaborasi dengan instansi terkait. Salah satu peran Komite Ekonomi Kreatif adalah membuat kalender event dalam setahun.
"Di mana ini sesungguhnya janji politik kami 100 hari kerja," tegasnya.
"Binjai bakal punya komite ekonomi kreatif, kita akan merekomendasikan merumuskan dan merencanakan sistem ekonomi kreatif yang ada di seluruh kedinasan di Kota Binjai," sambungnya.
Jiji melihat setiap sudut Gedung Pasar Bundar tersebut. Bangunan yang tercatat sebagai aset Pemko Binjai itu tidak akan dibiarkan begitu saja.
Karenanya, lantai 2 pada bangunan itu akan difungsikannya menjadi Markas Komite Ekonomi Kreatif. Namun demikian, ia menambahkan, pihaknya masih butuh kajian dari Dinas PUPR terkait ketahanan bangunan dan lain-lainnya.
"Tapi memang hari ini berdasarkan pengamatan kita sudah terlalu lama terbengkalai. Maka sesuai perintah Pak Wali Kota Binjai, kita harus berdayakan infrastrukur atau aset-aset yang ada," ujar Jiji.
Saat ini seluruh aset-aset pemerintah kota, Jiji menambahkan, sedang dilakukan inventarisir. "Dan akan kita berdayakan sesuai dengan fungsi yang baik," bebernya.
Hal serupa juga sudah dilakukan terhadap Pasar Rambung. "Kemarin kita sudah merapikan Pasar Rambung untuk dijadikan mal pelayanan publik. Dan hari ini Pasar Bundar bakal kita gunakan untuk hal-hal yang baik dan positif," tukasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan