NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kabupaten Nias Barat menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2030 di Ruang AFO Kantor Bappeda, Onolimbu Lahomi, Jumat (2/5/2025).
Forum Konsultasi Publik (FKP) dibuka secara resmi oleh Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, S.Pt, MSi. Forum ini merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif dan teknokratik untuk memastikan arah kebijakan pembangunan lima tahunan Kabupaten Nias Barat tersusun secara sistematis, responsif dan terukur.
Dalam sambutannya, Bupati Eliyunus Waruwu, menegaskan bahwa penyusunan RPJMD 2025–2030 harus mengacu pada RPJPD Kabupaten Nias Barat 2025–2045, serta mengakomodasi visi, misi dan program prioritas Kepala Daerah terpilih. Dokumen ini direncanakan ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda) pada bulan Juli 2025.
"Penyusunan RPJMD Tahun 2025-2030, harus mempedomani RPJPD Kabupaten Nias Barat Tahun 2025-2045 dan harus mengakomodasi visi dan misi Kepala Daerah terpilih", ujar Bupati Nias Barat.
Lebih lanjut, Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu menyampaikan beberapa isu strategis yang menjadi fokus penyusunan RPJMD Tahun 2025-2030 yaitu : Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan, penguatan ekonomi rakyat, pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas Wilayah dan reformasi tata kelola pemerintahan.
Sementara itu, Bupati Eliyunus Waruwu juga menegaskan untuk berkomitmen meningkatkan mutu layanan kesehatan melalui pengadaan alat kesehatan, penguatan fasilitas layanan dasar, serta peningkatan status RS Pratama Onolimbu menjadi Rumah Sakit Tipe C.
Ia menyoroti adanya ketimpangan antara data stunting dan gizi buruk dari BPS yang menunjukkan tren penurunan, dengan fakta di lapangan yang justru mengindikasikan peningkatan kasus.
Oleh sebab itu, beliau meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh dan langkah konkrit untuk menekan angka stunting demi menjamin kualitas generasi masa depan Nias Barat.
"Pemerintah kabupaten Nias Barat berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan dan pendataan konkrit tentang stunting", jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, UMKM, dan industri rumahan berbasis pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi akses pasar dan pembiayaan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, demi memastikan penyusunan RPJMD 2025–2030 benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang solutif dan berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Nias Barat.
Dalam kegiatan ini turut hadir Bupati Nias Barat, DPRD Nias Barat, Sekda Nias Barat, Asisten, Seluruh OPD, Forkopimda wilayah Nias Barat, Camat Se-kabupaten Nias Barat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda.
Editor : Johan Panjaitan