sumutpos.jawapos.com - Berkunjung ke Provinsi Riau, tak lengkap tanpa mengunjungi Kota Siak Sri Indrapura yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Siak.
Siak Sri Indrapura adalah sebuah kota bersejarah di Provinsi Riau yang menyimpan pesona budaya Melayu yang begitu kental. Selain dikenal dengan suasana kotanya yang bersih, indah, dan nyaman, Kota Siak memiliki banyak tempat wisata menarik.
Tak heran, Siak menjadi salah satu destinasi wisata di Riau. Dikutip dari website Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, jumlah kunjungan wisata ke Siak terus meningkat.
Pada Juni 2024, jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 232.151 Orang. Jumlah ini meningat dibanding bulan bulan sebelumnya.
Salah satunya yang merupakan ikon wisata Kota Siak adalah Istana Asserayah Hasyimiah atau yang lebih dikenal dengan istana Siak Sri Indrapura atau Istana Matahari Timur.
Sumutpos.jawapos.com belum lama ini berkesempatan mengunjungi istana yang persisnya berada di Jalan. Sultan Syarif Kasim, Kabupaten Siak, Riau.
Untuk mencapai Istana ini, dari Kota Pekanbaru ditempuh sekitar 2 jam berkendara. Istana Siak Sri Indrapura merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim.
Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Indapura yang selesai dibangun pada tahun 1893.
Kerajaan Siak Sri Indrapura adalah salah satu kerajaan yang pernah berdiri dan berkuasa di Pulau Sumatera. Kebesaran kerajaan ini dapat dilihat dari kemegahan istana yang berdiri megah di tepian Sungai Siak ini.
Saat ini, Istana Siak Sri Indrapura sudah berstatus sebagai cagar budaya yang ditetapkan pada tanggal 3 Maret 2004.
Istana Siak Sri Indrapura ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi.
Terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan di samping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta.
Baca Juga: Pemkab Langkat Luncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat
Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu istana saat itu.
Istana ini memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab dan Eropa. Istana Siak menyimpan banyak koleksi peninggalan Kesultanan Siak.
Mulai dari Kursi singgasana Sultan, Replika mahkota Raja Sultan dan koleksi kristal seperti lampu-lampu kristal, perlengkapan makan dan minum, cermin kristal milik permaisuri, hingga seperangkat meja jamuan yang terbuat dari kristal masih dapat kita lihat dalam kondisi yang cukup terawat.
Di istana ini juga tersimpan alat pemutar musik komet yang masih berfungsi baik di istana Siak. Komet adalah alat musik yang cara kerjanya mirip dengan gramofon.
Istana ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada masa libur panjang. Tiket masuk berkisar antara Rp.10.000 - Rp.15.000 rupiah.
Untuk bertanya seputar istana, pengunjung akan dipandu oleh petugas yang berjaga. Para pemandu wisata berpakaian adat ala Melayu dengan ramah menyambut mereka, menjelaskan sejarah hingga mengarahkan pose berfoto. Ada pemandu yang berkeliling mendampingi turis, dan ada pula yang siap sedia di sejumlah ruangan.
Jadi bagi pelancong yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dan budaya melayu berkunjung ke Istana ini bisa jadi pilihan yang tepat. (sih)
Editor : Redaksi