BINJAI, Sumutpos.jawapos.com-Dalam upaya melestarikan budaya lokal, Dinas Pendidikan Kota Binjai bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II menggelar Festival Permainan Rakyat Tradisional Anak di Lapangan Merdeka Binjai, akhir pekan lalu. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional kepada generasi muda.
Festival ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, yang akrab disapa Jiji, dan diikuti oleh sekitar 1.000 pelajar dari jenjang SD hingga SMP se-Kota Binjai.
Para peserta antusias mengikuti beragam permainan tradisional seperti engklek, ular tangga, bakiak, egrang, hulahop, dan lainnya.
“Permainan rakyat tradisional adalah bagian dari kekayaan budaya bangsa yang sarat dengan nilai-nilai luhur. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pendidikan, sosial, dan pembentukan karakter,” ujar Jiji dalam sambutannya.
Wawako Binjai juga mengapresiasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II atas inisiatif penyelenggaraan festival tersebut.
“Semoga kerja sama ini terus berlanjut untuk memperkaya khazanah budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kearifan lokal,” tambahnya.
Kegiatan ini turut melibatkan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Binjai. Ketua panitia lomba, Juandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak anak-anak menjauhi ketergantungan pada gadget dan kembali merasakan serunya permainan masa lalu.
“Kami ingin anak-anak bisa lebih aktif, bersosialisasi, dan menikmati permainan yang mendidik sekaligus menghibur,” jelas Juandi.
Festival semakin meriah dengan iringan musik tradisional dari berbagai daerah, serta antusiasme peserta dan penonton. Panitia juga menyiapkan beragam hadiah menarik seperti: 2 unit sepeda, 5 tas sekolah, 2 kipas angin, 6 bola olahraga, 3 payung, Uang tunai untuk 21 pemenang lomba
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Medan, Sukron Edi, menyampaikan bahwa festival ini akan menjadi agenda rutin tahunan dan digelar bergiliran di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.
“Tahun lalu digelar di Medan, tahun ini di Binjai, dan tahun depan direncanakan di Tapanuli Tengah. Ini bentuk komitmen kami menjaga objek pemajuan kebudayaan,” tegas Sukron.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan