MEDAN, SUMUT POS- Massa buruh yang mengatasnamakan Partai Buruh dan Serikat Pekerja-Serikat Buruh (SP/SB) Sumatera Utara (Sumut) batal menggelar aksi di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumut.
Pasalnya, karena pihak Kepolisan Polda Sumut telah menyahuti tuntutan persoalan aduan buruh di Kepolisian untuk segera ditindaklanjuti.
"Paling lama dapat jawabannya dari Polda Sumut, seminggu ke depan," kata Ketua Partai Buruh Sumut, sekaligus Ketua DPW FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo, Kamis (28/8).
Dijelaskan Willy, pemberitahuan sebelumnya Partai Buruh akan aksi pada hari ini (Kamis, red), dengan tuntutan Hostum (Hapus Outsourcing-Tolak Upah Murah). Ada tiga titik aksi, yakni di Polda Sumut, Kantor Gubsu dan Kantor DPRD Sumut.
"Maka sesuai perkembangan dan koordinasi dengan pihak terkait, maka aksi Partai Buruh hari ini, hanya dilaksanakan di satu titik saja, yaitu DPRD Sumut," ungkapnya.
Jumlah massa yang diturunkan sebanyak seribuan orang dari berbagai daerah se Sumut, dengan titik kumpul di Depan Istana Maimun Medan, pada Pukul 10.00-10.30 WIB.
Hal senada, lanjut Willy, juga terjadi di Kantor Gubernur Sumut. Di sana juga batal aksi, disebabkan Gubernur Sumut, Bobby Nasution telah merespon aksi buruh dengan bersedia menerima 10 orang perwakilan pimpinan Partai Buruh dan perwakilan pimpinan SP/SB se Sumut.
Dari hasil pertemuan tersebut, Willy didampingi Pimpinan SP/SB se Sumut, langsung menyampaikan tuntuan lokal, yakni kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut untuk Naik 8,5 persen dan agar Bobby merealisasikan perumahan layak bagi buruh Sumut.
Menurutnya, Bobby langsung merespon baik dan akan mengupayakan merealisasikan tuntutan kaum buruh. "Pada pertemuan tadi, pak Bobby sampaikan tuntutan upah buruh realistis dan akan dipertimbangkan untuk direalisasikan dengan menimbang masukan dari Dewan Pengupahan Daerah (Depeda), musyawarah serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)," ujarnya.
Begitu juga, sambungnya, tuntutan perumahan murah layak huni bagi buruh Sumut. Gubsu Bobby langsung menyetujuinya dan telah melaksanakan program tersebut untuk buruh, dan nantinya juga Pemprov Sumut akan membantu subsidi kepada buruh terhitung dananya sekitar Rp6-10 juta perburuh.
"Akan tetapi pastinya untuk tahap ini masih kuota terbatas, masih sekitar 15 ribu rumah yang akan teralisasikan untuk tahap awal, dan nantinya melibatkan peran serikat buruh dalam menyosialisasikan perumahan murah tersebut," ungkap Willy.
Selain itu dihadapan perwakilan buruh, Bobby berjanji akan menggelar pertemuan lanjutan untuk membahas semua aspirasi kaum buruh yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, seperti tentang Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) bagi buruh, soal satgas PHK di Sumut dan solusi bagi para buruh korban PHK dan tuntutan lokal lainnya.
"Sedang untuk tuntutan nasional, seperti hapus Outsourcing, sahkan UU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law, UU perampasan aset bagi koruptor dan lainnya, kita sudah serahkan langsung setatemen aksi dan diterima langsung oleh pak Bobby untuk diteruskan," imbuhnya.
Willy menyampaikan, bahwa rencana aksi Partai Buruh yang akan digelar setiap pekan atau setiap Kamis dibatalkan, karena sudah mendapat respon baik dari sang Gubsu Bobby Nasution.
"Kita batalkan rencana itu, akan tetapi kita akan kawal bersama. Semoga dengan pertemuan tadi pak Bobby sungguh peduli dan peka terhadap kaum buruh di Sumut. Kami ucapkan terima kasih atas kesedian beliau menerima kita tadi," pungkasnya.
Turut hadir, Ketua Partai Buruh, Ketua SPN Sumut, KSPSI AGN Sumut, KSBSI Sumut, SBSI, SBMI Merdeka, SBBI, KPBI, GSBI. Pertemuan berlangsung sejak Pukul 10.00-12.00 WIB, dengan ditutup penyerahan statemen tuntutan aksi Partai Buruh kepada Bobby Nasution. (dwi/ram)
Editor : Juli Rambe