Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Relawan SPPG Geruduk Rumah Wartawan di Sergai Gegara Unggahan di TikTok

Johan Panjaitan • Senin, 15 September 2025 | 20:35 WIB

 

 

Sejumlah relawan SPPG Desa Sukajadi mendatangi rumah wartawan berinisial ZH,  untuk memprotes unggahan TikTok yang dinilai merugikan program MBG. (FADLY/SUMUT POS)
Sejumlah relawan SPPG Desa Sukajadi mendatangi rumah wartawan berinisial ZH, untuk memprotes unggahan TikTok yang dinilai merugikan program MBG. (FADLY/SUMUT POS)


SEI RAMPAH, Sumutpos.jawapos.om-Unggahan TikTok seorang wartawan berinisial ZH berbuntut panjang. Belasan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sukajadi mendatangi rumah ZH di Komplek Perumahan Dusun III, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Senin pagi (15/9/2025). Mereka memprotes konten yang dinilai mencoreng program makan bergizi gratis dan berpotensi mengancam keberlangsungannya.

Aksi yang mayoritas diikuti para ibu-ibu itu berlangsung dengan sorakan, dan desakan agar ZH segera menghapus konten di akun TikTok Sinar Sergai. Relawan juga menuntut pertanggungjawaban pribadi jika program SPPG berhenti beroperasi.

“Kalau SPPG tutup, kami minta makan dari bapak. Setiap pagi kami kemari ambil gaji dari bapak,” teriak sejumlah relawan di depan rumah ZH.

Selain memprotes konten, massa menuding ZH memanfaatkan isu limbah untuk mencari keuntungan lewat media sosial, baik TikTok maupun Facebook Pro. Aksi sempat memanas, namun berhasil dikendalikan aparat sehingga tidak berujung bentrokan fisik.

Dikonfirmasi terpisah, ZH menegaskan unggahan terkait limbah di akun TikTok miliknya sudah sesuai dengan tugas jurnalistik sebagaimana diatur undang-undang pers. Ia menyebut isu yang diangkat adalah keresahan petani terkait dugaan limbah MBG di saluran irigasi, bukan aktivitas pekerja SPPG.

“Jika ada pihak menilai berita hoaks, silakan tempuh jalur hukum, bukan mendesak penghapusan akun media sosial,” ujar ZH melalui pesan WhatsApp.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sergai, Hadi, menegaskan hasil uji laboratorium LP-1884-ION No Reg: 00210LPJILABLING-1LRKIKLIK menunjukkan kualitas air limbah masih di bawah baku mutu.

“Hasil uji lab jelas menyatakan limbah itu masih di bawah baku mutu, dan sifatnya limbah rumah tangga, bukan limbah berbahaya,” tegas Hadi.

Hal serupa disampaikan petani Irwansyah dari Kelompok Tani Suka Mulya yang memiliki lahan sawah di sekitar areal pembuangan limbah SPPG. Ia memastikan tidak ada dampak negatif terhadap pertanian.

“Yang katanya limbah dari Gedung SPPG tidak ada pengaruhnya. Per rante bisa tembus 3,5 goni,” ungkapnya.

Meski demikian, para petani tetap berharap Pemkab Sergai melalui Dinas Pertanian memprioritaskan perbaikan saluran irigasi. Sebab sebagian sawah di Dusun III masih mengandalkan tadah hujan dan pompanisasi, sehingga rawan terdampak ketika musim kemarau tiba. (fad/han)

Editor : Johan Panjaitan
#desakan #tiktok #SPPG #Mbg