Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Buntut Insiden Salah Tangkap, KOMBAT Ultimatum Petugas Pengamanan Bandara dan Maskapai

Johan Panjaitan • Senin, 20 Oktober 2025 | 16:00 WIB
DPW Kombat Sumut saat menyampaikan keterangan yang memberi ultimatum terkait insiden salah tangkap Iskandar ST. (Istimewa/Sumut Pos)
DPW Kombat Sumut saat menyampaikan keterangan yang memberi ultimatum terkait insiden salah tangkap Iskandar ST. (Istimewa/Sumut Pos)

STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Insiden salah tangkap terhadap Ketua DPW Partai Nasdem Sumut, Iskandar ST, terus berbuntut panjang. Bahkan, penangkapan terhadap Iskandar ST diduga menyalahi prosedur.

Soalnya, penangkapan tersebut ketika pesawat hendak terbang meninggalkan Bandara Internasional Kualanamu. Buntut dari penangkapan yang diduga menyalahi prosedur, penerbangan Garuda Indonesia GA-193 menjadi tertunda atau delay, Rabu (15/10/2025) malam.

Kombat tidak tinggal diam melihat hal tersebut. Bahkan, petugas pengamanan Bandara Internasional Kualanamu dan maskapai diberi ultimatum untuk minta maaf secara terbuka kepada Ketua Umum Kombat tersebut dalam waktu 3x24 jam serta pulihkan nama baiknya.

Ultimatum disampaikan karena Kombat menilai insiden salah tangkap tersebut telah menjatuhkan martabat dan harga diri serta pelanggaran Hak Asasi Manusia Iskandar ST. Juga menciderai rasa keadilan dan menghina seluruh kader Kombat.

Ultimatum permohonan maaf harus dilakukan secara terbuka dan menghukum anggota serta staf yang bersalah dengan memberikan hukuman berat. Apabila tidak dilaksanakan, maka ribuan kader kombat akan turun mendatangi Kantor Avsec Bandara Kualanamu dan kantor Garuda.

"Ribuan Kader Kami akan mengepung Bandara Kualanamu dan kantor Garuda," tegas Sekretaris DPW Kombat Sumatera Utara Anggia Ramadhan didampingi Komandan Brigade Kombat Sumut, Soni Mario Tamba seraya kembali mengultimatum jika mengabaikanya, Senin (20/10/2025).

Anggia menambahkan, ultimatum disampaikan karena Kombat menilai petugas pengamanan bandra dan maskapai diduga tidak mau bertanggung jawab dan anggap sepele insiden salah tangkap tersebut. Bahkan terkesan buang badan.

Padahal ini adalah pelanggaran berat dan melanggar HAM dalam hukum penerbangan internasional. Sebelumnya, Ketua DPW Partai Nasdem Sumut Iskandar ST yang juga Ketua Umum Kombat jadi korban salah tangkap kasus judi online. Iskandar dipaksa turun dari dalam pesawat oleh sejumlah oknum polisi, petugas avsec dan kru maskapai. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#dpw nasdem #Salah tangkap #Kombat Sumut #Iskandar ST