TEBINGTIGGI, Sumutpos.jawapos.com-Tumpukan sampah berbagai jenis terlihat menggunung di tepi aliran Sungai Padang, tepatnya di kawasan Pasar Inpres Kota Tebingtinggi. Kondisi ini memunculkan bau menyengat dan dikhawatirkan mencemari aliran sungai yang melintas di jantung kota.
Pantauan di lokasi pada Kamis (23/10), sampah plastik, sisa sayuran, dan limbah kelapa tampak menumpuk tanpa penanganan berarti dari pihak terkait. Beberapa pedagang mengaku sudah berulang kali melapor kepada petugas kebersihan, namun belum ada tindakan konkret.
“Sampah ini sudah lama numpuk, tapi tidak pernah diangkat oleh Dinas Kebersihan. Kalau sungai naik dan banjir besar, baru lah sampah ini terbawa air,” ujar salah seorang pedagang.
Para pedagang berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tebingtinggi segera turun tangan untuk membersihkan area tersebut. Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah di tepi sungai itu juga berpotensi menjadi sumber penyakit dan mencemari lingkungan pasar yang setiap hari dipadati pengunjung.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Tebingtinggi menyebut proses pembersihan tidak bisa dilakukan dalam satu hari karena volume sampah yang cukup besar. Selain itu, aktivitas warga dan pedagang di sekitar pasar membuat waktu pembersihan harus diatur agar tidak mengganggu aktivitas jual beli.
“Pembersihan baru bisa dilakukan setelah aktivitas pasar mulai sepi, sekitar pukul 11.00 WIB. Kami tetap berupaya menangani sampah secepat mungkin,” ujar perwakilan DLH.
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan hanya terjadi di Pasar Inpres. Tumpukan serupa juga terlihat di sejumlah titik lain di kota itu, salah satunya di Jalan Prof. HM Yamin, di mana sampah rumah tangga menumpuk berhari-hari tanpa diangkut.
Kondisi ini menimbulkan keluhan warga yang menilai penanganan kebersihan oleh DLH masih lambat dan tidak merata.
“Kami ingin pemerintah lebih serius. Armada pengangkut harus ditambah, jadwal pembersihan juga perlu diperbanyak, apalagi di kawasan pasar yang padat,” kata salah seorang warga setempat.
Warga berharap, Pemko Tebingtinggi dapat mengambil langkah cepat untuk menanggulangi persoalan ini. Selain menjaga keindahan kota, penanganan sampah yang optimal penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan