Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Buntut Insiden Penganiayaan Pelajar, Anggota DPRD Langkat Minta Disdik Sumut Turun Tangan

Johan Panjaitan • Minggu, 26 Oktober 2025 | 10:10 WIB
Anggota DPRD Langkat, Matthew Diemas Bastanta. (Istimewa/Sumut Pos)
Anggota DPRD Langkat, Matthew Diemas Bastanta. (Istimewa/Sumut Pos)

STABAT, Sumutpos.jawapos.com-Insiden dugaan penganiayaan antar pelajar di Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang viral di media sosial, mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Langkat, Matthew Diemas Bastanta. Politisi PDI-Perjuangan tersebut meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdik Sumut) segera turun ke lapangan untuk mendalami kasus yang diduga bermula dari tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Menurut Matthew, insiden tersebut tidak hanya mencoreng dunia pendidikan, tetapi juga mencerminkan adanya persoalan dalam pembinaan karakter di sekolah.

“Kita minta Disdik Sumut untuk mengevaluasi sekolah tempat para pelaku berasal. Artinya, bisa jadi ada kekeliruan dalam proses mendidik murid, dan ini harus menjadi bahan introspeksi. Meskipun kejadiannya terjadi di luar sekolah,” tegasnya, Minggu (26/10/2025).

Selain meminta peran aktif Disdik, Matthew juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangkap para pelaku.

“Kita harapkan aparat kepolisian segera memproses kasus ini secara hukum agar menjadi pelajaran bagi semua pihak,” ujarnya.

Ia pun mengimbau seluruh sekolah di Kabupaten Langkat agar meningkatkan pengawasan dan pendidikan karakter guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali. Kepada keluarga korban, Matthew meminta agar tetap sabar dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

Polisi Amankan Dua Pelaku

Setelah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan aksi penganiayaan itu viral di media sosial, Polres Langkat langsung bergerak cepat. Polisi telah mengamankan dua pelajar yang diduga menjadi pelaku penganiayaan, masing-masing berinisial LTG (15) dan ARN (16).

Menurut Ps. Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat, Ipda Esther, penyelidikan awal menunjukkan bahwa motif kejadian adalah perselisihan pribadi antarremaja.

“Dari hasil penyelidikan sementara, peristiwa ini berawal dari cekcok antar pelajar. Kedua pelaku membawa korban ke daerah Simpang Ladang, Kecamatan Tanjungpura, yang masuk wilayah hukum Polsek Hinai,” jelasnya.

Polisi juga telah memanggil pihak sekolah dan keluarga masing-masing pelaku serta korban. Tim dari UPTD PPA Langkat turut dilibatkan dalam penanganan karena kasus ini melibatkan anak di bawah umur.

Hingga kini, kasus masih ditangani Satreskrim Polres Langkat dengan pendekatan ekstra hati-hati.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi: Pagi Bikin Fokus, Sore Bisa Ganggu Tidur?

“Semua pihak, baik korban maupun pelaku, masih di bawah umur. Prosesnya harus sesuai prosedur perlindungan anak,” ujar Esther menambahkan.

Video penganiayaan yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pelajar berpakaian pramuka dipukuli, ditendang, hingga dicampakkan ke parit oleh dua pelajar lain.
Dalam unggahan akun Deny Hidayat, tertulis keterangan yang mengajak masyarakat untuk memviralkan kasus tersebut:

“Jangan biarkan kekerasan terjadi pada siswa sekolah. Gimana kalau anak kita yang dianiaya seperti ini? Proses segera, Pak Polisi yang terhormat.”

Rekaman tersebut memicu kemarahan dan keprihatinan publik terhadap maraknya kasus kekerasan di kalangan pelajar. Banyak warganet mendesak agar pelaku mendapat sanksi hukum dan pembinaan serius agar kasus serupa tak terulang.

Peringatan untuk Dunia Pendidikan

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi dunia pendidikan bahwa kekerasan di kalangan pelajar tidak boleh dianggap sepele. Selain menegakkan hukum, perlu langkah konkret dari sekolah dan pemerintah daerah untuk membangun lingkungan belajar yang aman, empatik, dan bebas intimidasi.

“Ini peringatan keras bagi semua sekolah di Langkat. Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga pembentukan karakter,” tutup Matthew Diemas Bastanta.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#viral #penganiayaan #Disdik Sumut #anggota dprd langkat #pdi perjuangan