Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gubsu Bobby Nasution Beri Dukungan untuk Guru Honorer SMK Negeri 1 Kutalimbaru

Johan Panjaitan • Jumat, 31 Oktober 2025 | 15:40 WIB
Gubsu Bobby saat mendatangi rumah Sopian Daulai Nadeak, guru honorer SMK Negeri 1 Kutalimbaru di Jalan Nibung, Binjai Utara. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Gubsu Bobby saat mendatangi rumah Sopian Daulai Nadeak, guru honorer SMK Negeri 1 Kutalimbaru di Jalan Nibung, Binjai Utara. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com-Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan dukungan moral kepada Sopian Daulai Nadeak, guru honorer SMK Negeri 1 Kutalimbaru yang dilaporkan ke pihak kepolisian oleh orangtua siswa akibat tudingan penganiayaan.

Kunjungan Bobby dilakukan ke kediaman Sopian di Jalan Nibung, Kecamatan Binjai Utara, pada Jumat (31/10/2025). Ia disambut Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, dan Wakil Wali Kota Hasanul Jihadi.

Dalam pertemuan tersebut, Bobby mendengarkan langsung kronologi peristiwa yang dialami Sopian hingga akhirnya dilaporkan ke Polrestabes Medan.

Usai mendengar penjelasan, Bobby menekankan pentingnya sinergi antara guru dan orangtua dalam mendidik siswa, tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

“Guru dan orangtua harus sama-sama memahami tugas dari sekolah. Sekolah bukan hanya tempat menambah ilmu pengetahuan, tapi juga membangun etika dan karakter,” ujar Bobby.

Ia juga menegaskan, seorang guru berhak menegur siswa yang bersikap tidak sopan di sekolah.

“Kalau ada guru yang menegur siswa karena melanggar etika, itu hal yang diperbolehkan,” sambungnya.

Bobby berharap kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Baik sekolah maupun orangtua murid, sama-sama punya tanggung jawab mendidik anak. Kita ingin penyelesaian yang damai,” katanya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut akan memberikan dukungan penuh kepada guru jika upaya damai tidak tercapai.

“Kalau pihak orangtua tetap tidak mau damai, pemerintah provinsi akan memback-up penuh guru yang sebenarnya hanya melerai perkelahian,” tegas Bobby.

Peristiwa bermula ketika Sopian berusaha melerai pertengkaran antar siswa, namun berujung pada kesalahpahaman. Orangtua siswa kemudian melaporkan Sopian ke Polrestabes Medan. Sementara Sopian juga membuat laporan ke Polsek Kutalimbaru setelah dirinya diduga mengalami penganiayaan.

Karena tekanan yang dialaminya, Sopian sempat memutuskan mundur dari status guru honorer. Namun, Bobby meminta agar keputusan itu dibatalkan.

“Saya sudah sampaikan ke kepala sekolah agar Sopian tidak mundur. Kalau perlu, anggap saja cuti sementara untuk menenangkan diri,” kata Bobby.


Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyinggung kebutuhan tenaga pendidik di Sumatera Utara yang masih tinggi, sekitar 3.000 orang, yang akan diprioritaskan menjadi PPPK paruh waktu.

Selain dukungan moral, Bobby juga mengusulkan agar rumah Sopian dibedah sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru.

“Kita juga melihat bagaimana sekolah harus mengajarkan budi pekerti dan menegakkan aturan dengan benar. Kalau tidak ada aturan, justru sekolah yang salah,” tegas Bobby.

Sopian menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kunjungan dan dukungan Gubernur Sumut.

“Saya tidak menyangka akan dikunjungi langsung oleh Pak Gubernur. Terima kasih atas perhatian beliau, Dinas Pendidikan, dan Pemko Binjai,” ujarnya.

Sopian berharap persoalan yang dihadapinya dapat diselesaikan secara damai.

“Harapan saya sama seperti yang disampaikan Pak Gubernur, semoga masalah ini bisa diselesaikan dengan baik,” ucapnya.

Ia juga mengaku terkejut dengan perhatian Bobby yang berniat membantu memperbaiki rumahnya.

“Ini berkah dan momen tak terduga. Saya sangat berterima kasih atas usulan bedah rumah dan kesempatan untuk diangkat sebagai PPPK paruh waktu,” pungkasnya.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#guru honorer #siswa #orangtua #Dilaporkan #bobby nasution #Gubsu #kutalimbaru