Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dairi Memanas, Warga Parbuluan 6 Mengungsi ke Polres Usai Rumah Kades Dirusak Massa

Johan Panjaitan • Minggu, 9 November 2025 | 09:40 WIB
Puluhan KK warga Desa Parbuluan 6 Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, terpaksa mengungsi ke Mapolres Dairi karena takut jadi aksi anarkis dilakukan massa penolak PT GRUTI, Sabtu (8/11/2025)
Puluhan KK warga Desa Parbuluan 6 Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, terpaksa mengungsi ke Mapolres Dairi karena takut jadi aksi anarkis dilakukan massa penolak PT GRUTI, Sabtu (8/11/2025)

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Ketakutan melanda warga Desa Parbuluan 6, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) dari empat dusun terpaksa mengungsi ke Polres Dairi, Sabtu (8/11/2025) malam, setelah rumah Kepala Desa Parasian Nadeak dirusak massa yang menolak keberadaan PT Gunung Raya Utama Timber Industries (PT GRUTI).

“Kami takut jadi korban amukan massa. Rumah Pak Kades sudah dirusak, kami khawatir hal yang sama menimpa kami. Jadi, kami memilih mengungsi ke Polres Dairi demi keamanan dan keadilan,” ujar warga, Jupriel Sigalingging dan Niawan Nadeak, kepada wartawan di Mapolres Dairi.

Sebanyak 70 jiwa, termasuk anak-anak, kini bertahan di Polres Dairi. Mereka berharap aparat kepolisian memberikan perlindungan dan menindak pelaku kekerasan yang telah membuat situasi di kampung mereka mencekam.

Kepala Desa Parasian Nadeak menuturkan, hubungan antarwarga sebelumnya berjalan baik. Namun sejak muncul aksi penolakan terhadap PT GRUTI, situasi menjadi tegang dan masyarakat terpecah. “Nama saya disebut-sebut pro terhadap perusahaan, padahal hubungan saya dengan PT GRUTI hanya sebatas antara pemerintah dan investor,” ujarnya.

Parasian mengaku, aksi massa sudah melampaui batas hukum. “Rumah saya dirusak, isi rumah diacak-acak. Ini sudah tindakan kriminal. Saya sudah sampaikan langsung ke Kapolres Dairi untuk mengusut motif dan pelakunya,” tegasnya.

Ia juga menilai aparat kepolisian lamban dalam menangani aksi-aksi anarkis. “Sudah empat kali terjadi pengrusakan dan pembakaran aset PT GRUTI, tapi belum ada tindakan tegas. Sekarang rumah saya ikut jadi sasaran. Kami akan tetap bertahan di Mapolres sampai ada kepastian hukum,” tambahnya.

Amatan wartawan di lokasi, puluhan warga sempat beristirahat di halaman Polres dengan beralaskan tikar. Namun, pihak kepolisian yang diwakili Kabag Ops AKP Luhut B. Sihombing dan Kabag Ren AKP Agus Santoso kemudian memindahkan mereka ke ruangan khusus demi keamanan dan kenyamanan, terutama karena banyak anak-anak ikut mengungsi.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait penanganan kasus tersebut.(rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kades #rusak #mengungsi #polres dairi #warga #Kabupaten dairi