MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak Senin (24/11) kembali memicu serangkaian bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mencatat banjir dan longsor melanda berbagai kabupaten/kota. Meski sampai saat ini belum ada korban jiwa, kerusakan infrastruktur dan terganggunya akses transportasi menjadi perhatian serius.
Sibolga Lumpuh: Jalan Tertutup Longsor dan Empat Kecamatan Terendam
Di Kota Sibolga, longsor terjadi di Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, pada Senin malam pukul 21.30 WIB, menutup total Jalan II Nomensen. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga mengungsi.
Selain longsor, banjir setinggi 30–50 cm juga merendam empat kecamatan: Sibolga Kota, Sibolga Sambas, Sibolga Selatan, dan Sibolga Utara. BPBD terus melakukan evakuasi dan pendataan.
Tapanuli Selatan: Dua Kecamatan Terendam Banjir Hingga 162 cm
Di Tapanuli Selatan, banjir terjadi di Kecamatan Angkola Sangkunur dengan ketinggian air mencapai 162 cm. Sementara itu, Kecamatan Batang Angkola terendam 10–15 cm. BPBD mencatat tidak ada korban jiwa, namun banjir masih berlangsung hingga Selasa (25/11).
Mandailing Natal: Jalan Penghubung Tapsel–Madina Putus Sepanjang 37 Meter
Mandailing Natal menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah. Longsor di Kelurahan Rianiate dan Sitinjak memutus total jalan penghubung Tapanuli Selatan–Madina sepanjang 37 meter. Dua rumah mengalami rusak berat dan enam kepala keluarga terdampak.
Penanganan darurat tengah dilakukan pemerintah daerah.
Nias Selatan: Longsor di Tiga Kecamatan
Hujan berturut-turut sejak 22 November menyebabkan longsor di sejumlah titik di Kabupaten Nias Selatan:
Hilimegai: Akses jalan antar kabupaten terganggu
Fanayama: Satu rumah rusak berat
Onolalu: Jalan kembali terputus material longsor
Tidak ada korban jiwa. Proses penanganan masih berlangsung.
Gunungsitoli: Dua Lokasi Longsor Tutup Jalan
Di Kota Gunungsitoli, longsor terjadi Senin dini hari di Desa Hiligodu Ombolata dan Desa Samasi. Material longsor menutup 25 meter jalan lintas dan menyebabkan tembok penahan amblas. Satu rumah dilaporkan rusak berat.
Tim TRC BPBD sudah memasang turap darurat dan berkoordinasi dengan PUPR. Saat ini, kendaraan roda dua dan empat sudah dapat melintas.
Kepala Bidang Penanganan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh BPBD kabupaten/kota.
“Pendataan kerusakan dan identifikasi kebutuhan darurat terus dilakukan agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Hingga kini, seluruh wilayah masih dalam tahap penanganan darurat dengan cuaca yang diperkirakan tetap berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan