Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Masyarakat Padangtualang Langkat Tak Disentuh Pemerintah Saat Kebanjiran

Johan Panjaitan • Jumat, 28 November 2025 | 16:15 WIB
Masyarakat Kecamatan Padangtualang, Langkat evakuasi mandiri tanpa sentuhan pemerintah. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Masyarakat Kecamatan Padangtualang, Langkat evakuasi mandiri tanpa sentuhan pemerintah. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

STABAT, Sumutpos.jawapos.com– Sejumlah desa di Kecamatan Padangtualang, Kabupaten Langkat, terendam banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak tiga hari terakhir. Ironisnya, meski ketinggian banjir telah mencapai dada orang dewasa, warga setempat mengaku belum mendapat perhatian maupun bantuan dari pemerintah daerah.

Warga terpaksa melakukan evakuasi mandiri meninggalkan rumah mereka yang mulai terendam. Dengan perlahan, mereka berjalan menuju Jalan Besar Batangserangan untuk mencari tempat lebih aman.

“Sudah puluhan tahun tinggal di sini (Desa Jatisari), tidak pernah banjir separah ini. Ada tanggul yang jebol di dusun sebelah, makanya air naik cepat begini,” ujar seorang warga yang mengevakuasi diri menuju Jalan Tol Binjai–Langsa.

Bersama puluhan warga lain dari beberapa dusun, ia meninggalkan rumah dan menuju Jalan Lintas Batangserangan. Kecamatan Padangtualang memang berdekatan dengan ruas Tol Binjai–Langsa, sehingga sebagian warga memilih naik ke badan tol untuk menghindari genangan.

“Air sudah sampai dada. Kami pelan-pelan jalan ke arah tol dan naik ke atas,” tambahnya.

Hingga Kamis (27/11/2025) malam, puluhan hingga ratusan warga Padangtualang yang tidak tersentuh bantuan pemerintah terpantau sudah berada di Tol Binjai–Langsa, tepatnya di ruas Tanjungpura. Pihak pengelola tol kemudian mengevakuasi mereka ke Rest Area KM 41.

“Tidak ada yang bantu kami. Ada yang bertahan di rumah, ada yang naik ke tol. Semua serba sendiri,” ungkap warga lainnya.

Sementara itu, warga yang masih bertahan di desa dilaporkan tetap belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Mereka hanya berharap air segera surut agar bisa kembali ke rumah masing-masing.

12.130 Jiwa Terdampak Banjir di Langkat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat mencatat 12.130 jiwa terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak 25 November 2025.

Dalam laporan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Multi Sektor, jumlah pengungsi diperkirakan masih akan bertambah, mengingat debit air terus meningkat di sejumlah wilayah.

“Tinggi curah hujan menyebabkan banjir setinggi 50–100 cm di beberapa kecamatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Langkat, Muhammad Ansyari, Jumat (28/11/2025).

Banjir melanda 7 kecamatan, 12 desa, dan 4 kelurahan. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah juga terpaksa diliburkan. Lahan pertanian, perkebunan, serta peternakan ikut terdampak. Bahkan Jalinsum Medan–Aceh kini tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun empat.

“Jembatan penghubung Desa Sei Tualang, Kecamatan Brandan Barat, terputus,” terang Ansyari.

Selain itu, sekitar 180 warga di Bukit Gajah, Desa Securai Utara, Kecamatan Babalan, terisolasi dan tidak dapat keluar dari wilayah tersebut. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa.

Sebaran pengungsi tercatat:

- 435 jiwa di Kecamatan Brandan Barat

- 7.105 jiwa di Kecamatan Babalan

- 4.520 jiwa di Kecamatan Gebang

BPBD Langkat menyebut telah melakukan berbagai upaya seperti koordinasi lintas sektor, evakuasi warga dengan perahu, distribusi sembako, pendirian tenda pengungsian, serta pemantauan cuaca dari BMKG. BPBD juga mendirikan posko siaga 24 jam di Pusdalops PB.

Namun, proses evakuasi masih terkendala hujan berintensitas tinggi, akses jalan yang sulit dilalui, serta partisipasi warga yang belum maksimal.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#banjir besar #bantuan #Padangtualang #pemerintah