TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com-Krisis bahan bakar minyak (BBM) kini menghantam Kota Tebingtinggi, menyusul banjir besar yang memutus jalur distribusi dari Belawan dan jalur suplai Pertamina. Truk tangki terpaksa berhenti total karena jalur utama maupun alternatif tidak dapat dilalui, menyebabkan suplai Pertalite, Pertamax, dan Solar tersendat serentak. Akibatnya, kota dilanda antrean panjang dan ketidakpastian pasokan.
Hanya satu SPBU di Jalan HM Yamin yang masih memiliki stok terbatas. Pantauan media, Minggu malam (30/11/2025), ratusan kendaraan roda dua dan roda empat mengular sejak sore demi memastikan mendapatkan BBM.
Seorang pengendara, Jafar, mengungkapkan,
“Kami tak ada pilihan. Semua SPBU lain tutup. Ini pun belum tentu kebagian.
Situasi ini menegaskan betapa rapuhnya suplai energi ketika jalur distribusi tersumbat, sementara warga harus bersabar menunggu giliran.
Pedagang Eceran BBM Terpuruk
Krisis ini juga menghantam para penjual BBM eceran. Lapak-lapak yang biasanya dipenuhi botol berisi minyak kini kosong.
Eko, pedagang Pertalite eceran di Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Sri Padang, mengeluh:
“Sejak pagi keliling ke beberapa SPBU, tak dapat setetes pun. Mau jual apa lagi?”
Romiy, pedagang di Jalan Imam Bonjol, menambahkan,
“Orang pikir kami sengaja tidak jual minyak. Padahal kami pun kosong. Naikkan harga pun tak berani, minyaknya saja tidak ada.”
Beberapa penjual memutuskan menutup lapak sementara karena hanya menerima pertanyaan tanpa bisa berjualan.
“Bukan tak mau bantu, kami pun tak bisa jalan. Sama-sama susah,” kata seorang pedagang di Kecamatan Bajenis.
Mobilitas Terhenti, Aktivitas Ekonomi Melambat
Kelangkaan BBM ini berdampak langsung terhadap mobilitas dan ekonomi kota. Ojek daring membatasi layanan, nelayan menunda aktivitas, pekerja harian kesulitan bergerak, dan angkutan kota lebih banyak parkir daripada beroperasi. Kota yang biasanya padat lalu lintas kini bergerak lambat.
Pihak Pertamina bersama pemerintah daerah tengah membahas jalur distribusi alternatif. Namun, belum ada kepastian kapan suplai BBM akan kembali normal, karena banjir yang belum sepenuhnya surut membuat truk tangki masih menunggu rute aman untuk beroperasi.
Krisis ini menyoroti kerentanan sistem distribusi BBM saat terjadi bencana, sekaligus menimbulkan tekanan langsung terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Kota Tebingtinggi.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan