Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Seminggu Pasca Banjir, Warga Tapanuli Selatan Masih Menanti Bantuan Pemulihan

Johan Panjaitan • Kamis, 4 Desember 2025 | 13:03 WIB
Hingga satu minggu pasca bencana, kayu gelondongan masih banyak berserak di jalanan di Tapanuli Selatan. (Subanta/Sumut Pos)
Hingga satu minggu pasca bencana, kayu gelondongan masih banyak berserak di jalanan di Tapanuli Selatan. (Subanta/Sumut Pos)

TAPSEL, Sumutpos.jawapos.com-Satu minggu setelah banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan, luka mendalam masih terasa di tengah masyarakat. Sejumlah desa yang terdampak, mulai dari Aek Ngadol, Huta Godang, hingga Garoga, masih dipenuhi lumpur, gelondongan kayu, dan puing-puing yang menumpuk di hampir seluruh bangunan.

Pantauan Sumutpos.jawapos.com, Rabu (3/11/2025), menunjukkan bahwa kondisi pemulihan berjalan sangat lambat. Rumah-rumah warga tampak dibiarkan kosong atau hanya dibersihkan semampunya oleh pemilik rumah dengan bantuan personel TNI. Namun, banyak warga mengaku kewalahan karena harus bolak-balik dari posko pengungsian yang jaraknya cukup jauh.

David Harahap, warga Desa Aek Ngadol, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya terpaksa meninggalkan rumah karena proses pembersihan membutuhkan waktu dan tenaga besar.
“Saya dan istri tidak sempat bersihkan rumah karena harus bolak-balik ke posko pengungsian, jaraknya sekitar 2 kilometer. Kami berharap pemerintah bisa segera membantu,” ujarnya.

Kondisi yang sama terlihat di Desa Tolang Julu, Kecamatan Batang Angkola, yang juga terdampak banjir bandang akibat luapan Sungai Siondop. Tumpukan kayu besar dan pasir masih memenuhi rumah-rumah warga hingga sore hari. Upaya pembersihan dilakukan seadanya tanpa dukungan alat yang memadai.

Tokoh masyarakat Tolang Julu, Indra Hasan Daulay, mengaku frustrasi dengan lambatnya respons pemerintah daerah.

“Kami sangat kewalahan. Dengan peralatan seadanya kami bersihkan juga, tapi kalau seperti ini bisa makan waktu lama. Kita bingung, pemda tidak begitu peduli,” keluhnya.

Ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala BNPB Tapanuli Selatan, Julkarnaen, tidak memberikan respons terkait minimnya langkah pemulihan di lapangan. Sikap ini semakin menambah kegelisahan warga yang hingga kini masih berjuang sendirian menghadapi sisa bencana.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan cepat untuk percepatan pemulihan, terutama dalam penyediaan air bersih, listrik, alat berat, dan bantuan pembersihan rumah. Tanpa dukungan serius, kondisi pascabencana diperkirakan akan memakan waktu panjang sebelum kembali normal.(mag-10/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pemulihan #bantuan pemerintah #Pasca Bencana