MEDAN, SUMUT POS- Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Hendra Cipta, menilai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sudah bekerja maksimal dalam penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah, terutama Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Langkat.
Namun ia menilai pemerintah perlu mempertimbangkan perpanjangan masa tanggap darurat mengingat masih banyak warga yang belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Hendra mengatakan, kondisi di berbagai lokasi terdampak masih sangat memprihatinkan. Sejumlah daerah masih terisolasi dan banyak keluarga yang belum menerima bantuan secara merata.
"Mungkin tidak ada salahnya kalau pemerintah provinsi Sumatera Utara mempertimbangkan memperpanjang tanggap darurat atau membuat pola jaga bencana. Masih banyak masyarakat yang belum kembali ke rumah mereka. Ini harus menjadi prioritas," ujar Hendra saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Minggu (7/12/2025).
Dalam pernyataannya, Hendra juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, termasuk Gubernur Sumut, yang dinilai terus bekerja keras di tengah berbagai keterbatasan.
"Kita harus apresiasi pemerintah Sumatera Utara yang bekerja keras dalam situasi yang serba sulit. BBM sulit, akses ke lokasi bencana juga sulit, tetapi mereka tetap berupaya menjangkau daerah-daerah yang terkena dampak berat," katanya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut pemerintah telah bergerak cepat sejak hari pertama bencana, meski kondisi udara buruk dan akses jalan darat banyak yang terputus. Tim dari berbagai instansi turun langsung ke lapangan untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan.
Menurut Hendra, hingga Sabtu malam, pemerintah provinsi terus menyalurkan berbagai jenis bantuan ke wilayah-wilayah yang terdampak, termasuk daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bantuan yang didistribusikan meliputi sembako, selimut, kebutuhan perempuan, serta dukungan tenaga kesehatan yang bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya.
"Kita melihat pemerintah terus berupaya menyalurkan bantuan, termasuk tenaga kesehatan yang turun langsung ke wilayah-wilayah terdampak, khususnya daerah yang bencananya cukup besar seperti di Langkat,” tambahnya.
Ia juga menyinggung tantangan logistik yang dihadapi pemerintah, terutama terkait ketersediaan BBM dan avtur untuk penerbangan bantuan.
"Bayangkan saja, untuk menerbangkan pesawat kita tidak punya avtur. Untuk membawa BBM saja harus dari udara. Tapi pemerintah tetap berupaya hadir," ujarnya.
Hendra berharap dengan perpanjangan masa tanggap darurat, pemerintah dapat menjangkau seluruh korban secara lebih optimal dan memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dari proses penanganan. (rel/san/ram)
Editor : Juli Rambe