DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Ratusan warga Dairi turun ke jalan menuntut penangguhan penahanan terhadap 12 warga Desa Parbuluan 6, Kecamatan Parbuluan. Aksi solidaritas ini digelar di tiga titik: Kantor Bupati, Kantor DPRD, dan Mapolres Dairi, Rabu (10/12/2025).
Di Kantor DPRD, massa diterima Sekretaris DPRD Bahagia Ginting karena 35 anggota DPRD sedang dalam dinas luar. Di hadapan perwakilan dewan, orator aksi Duat Sihombing dan Januar Pasaribu meminta DPRD mendukung langkah untuk mendorong Polres Dairi menangguhkan penahanan ke-12 warga yang tersangkut kasus pengrusakan aset PT GRUTI dan rumah Kepala Desa Parbuluan 6, Parasian Nadeak.
Usai berorasi di DPRD, massa melanjutkan aksi ke Kantor Bupati. Mereka diterima Asisten II Pemkab Dairi, Junihardi Siregar. Duat kembali menegaskan bahwa ke-12 warga tersebut “bukan penjahat”, melainkan masyarakat yang memperjuangkan kelestarian lingkungan dan hak hidup.
Menanggapi tuntutan itu, Junihardi menegaskan bahwa pemerintah akan selalu bersama masyarakat dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Namun, terkait proses hukum di Polres Dairi, Pemkab tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi.
Aksi kemudian bergeser ke Mapolres Dairi. Kapolres AKBP Otniel Siahaan, didampingi jajaran utama Polres, langsung menemui massa. Duat memohon agar 12 warga Parbuluan 6 dapat memperoleh penangguhan penahanan demi bisa berkumpul bersama keluarga pada momen Natal dan Tahun Baru.
“Kami mengakui kesalahan yang sudah terjadi. Kami hanya berharap mereka bisa pulang untuk Natal bersama keluarga,” ujar Duat.
AKBP Otniel menegaskan bahwa Polri menghormati dan mendukung kebebasan menyampaikan aspirasi, selama dilakukan sesuai aturan. Ia memastikan tidak ada kriminalisasi dalam penanganan kasus tersebut.
Namun, permintaan penangguhan penahanan menurutnya tidak bisa diputuskan secara sepihak.
“Penangguhan tidak bisa dilakukan suka-suka. Ada pelapor dan korban, yakni PT GRUTI dan Kepala Desa Parbuluan 6. Permintaan ini akan kami pelajari, tetapi tidak bisa dipaksakan,” tegas Otniel.
Untuk menjaga keamanan aksi, Polres Dairi mendapat dukungan ratusan personel Brimob dan Ditsamapta Polda Sumut, serta bantuan dari Polres Karo dan Pakpak Bharat. Sejumlah kendaraan taktis juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi eskalasi.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan