MEDAN, SUMUT POS- Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Hendra Cipta, mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap para siswa yang terdampak bencana di sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Ia menilai dukungan yang diberikan saat ini masih terbatas dan belum menjawab kebutuhan jangka panjang para pelajar yang wilayahnya mengalami kerusakan parah akibat banjir dan bencana lainnya.
“Sebenarnya kita berharap ada dukungan dari pemerintah pusat, bukan hanya dari pemerintah daerah. Masih banyak siswa SD, SMP, hingga SMA yang terdampak cukup besar di daerah-daerah bencana kemarin. Mereka perlu perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan sekolah,” ujar Hendra saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Kamis (11/12/2025).
Ia menekankan pentingnya pemberian kemudahan, keringanan, serta dukungan tambahan, termasuk peningkatan porsi bantuan program seperti KIP bagi siswa di wilayah terdampak. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga korban juga membutuhkan waktu panjang untuk pulih, sehingga pemerintah harus hadir dengan intervensi yang lebih besar.
“Orang tua mereka butuh waktu untuk membangun kembali ekonomi keluarga. Pemerintah harus hadir dengan memberikan KIP yang lebih banyak ke daerah yang terdampak banjir, terutama di wilayah yang kerusakannya sangat parah,” tambahnya.
Terkait bantuan darurat yang saat ini diberikan kepada warga, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itupun menilai bantuan tersebut masih fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan. Padahal, menurutnya, kerusakan fasilitas pendidikan dan gangguan aktivitas belajar juga perlu menjadi perhatian serius.
“Bantuan sekarang ini baru sebatas kebutuhan makanan. Apakah itu cukup? Di sisi lain, sekolah ada yang rusak dan ada anak-anak yang tidak bisa bersekolah karena terdampak banjir,” katanya.
Hendra menyebut diperlukan langkah pemulihan dari berbagai sisi, bukan hanya bantuan logistik. Ia mendorong kementerian terkait, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Direktorat Pendidikan Tinggi, agar memberikan kemudahan-kemudahan dalam pembiayaan pendidikan dan dukungan lainnya.
“Yang paling penting adalah melihat bahwa pemulihan ekonomi masyarakat pasti membutuhkan waktu lama. Karena itu, kementerian terkait harus memberikan keringanan, kemudahan, dan dukungan bagi para siswa, bukan hanya dari sisi pasokan makanan, tetapi juga pembiayaan dan fasilitas pendidikan,” tutupnya. (san/ram)
Editor : Juli Rambe