TAPANULI SELATAN, SUMUT POS- Warga yang berada di Loromg Huta Tonga, Huta Jae, Kampung Nias dan Lumban Dolok di Lingkungan 2 Kelurahan Tapian Nauli akhirnya bernafas lega, karena akses menuju kampungnya telah terbuka.
Diketahui, sejak longsong pada akhir Novemberlalu, mengakibatkan 157 kepala keluarga di kelurahan ini terisolir.
Akses menuju ke kampungnya terbuka setelah Koramil 19/Siais Kodim 0212/Tapsel berjibaku membuka akses jalan.
Pekerjaan ini dipimpin langsung oleh Danramil Kapten Inf H Sirait dengan memasang jalan buatan menggunakan kayu bulat yang disusun memanjang.
"Jalan ini kami buat secara swadaya dengan dana sendiri. Kasihan warga tidak dapat beraktivitas keluar masuk kampung," ujarnya.
Di lokasi terlihat tanah di bukit longsor menutup dan rusak jalan menuju jembatan kayu (rambin) yang menghubungkan lingkungan 2 ke lingkungan 3 dan 4.
"Awal longsor jangankan kenderaan roda, jalan kaki aja sangat sulit sehingga kami di sini terkurung. anak-anak tidak ke sekolah dan hasil kebun tidak dapat keluar untuk dijual ke toke sekaligus belanja kebutuhan pokok ke pekan (Poken)," ungkap warga yang selamat, Rendi zebua.
Material tanah longsor menutup dan merusak jalan cor beton sehingga warga yang bermukim di 4 lorong tersebut tidak bisa kemana-mana.
"Padahal stok makanan kami mulai menipis dan kami panik karena bukit di sekitar pemukiman kami juga banyak longsor. Syukur Danramil beserta anggotanya dibantu warga membuat akses jalan buatan sementara," ujar Rendin Zebua. (mag-12/ram)
Editor : Juli Rambe