Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemkab Langkat Tetap Siaga, Tanggap Darurat Banjir Diperpanjang Tujuh Har

Johan Panjaitan • Rabu, 17 Desember 2025 | 15:22 WIB
Kondisi air yang masih belum surut di Kecamatan Tanjungpura pada awal Desember 2025 kemarin. (Dokumen Teddy Akbari/Sumut Pos)
Kondisi air yang masih belum surut di Kecamatan Tanjungpura pada awal Desember 2025 kemarin. (Dokumen Teddy Akbari/Sumut Pos)

STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten Langkat melakukan perpanjang status tanggap darurat bencana alam selama tujuh hari, terhitung mulai 16 Desember 2025. Itu dilakukan mengingat masih adanya wilayah yang tergenang banjir, jumlah pengungsi cukup besar dan dibutuhkan optimalisasi penanganan darurat hingga pemulihan layanan dasar masyarakat.

Bupati Langkat, Syah Afandin meminta kepada seluruh jajaran dan perangkat daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Selain itu, dia juga meminta untuk perkuat koordinasi dan mempercepat penanganan darurat, termasuk langkah awal rehabilitasi serta rekonstruksi di wilayah terdampak banjir.

Menurutnya, keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat.

"Pemerintah Kabupaten Langkat terus berupaya maksimal dalam penanganan bencana banjir ini. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kita," ujar pria yang karib dikenal Ondim, Rabu (17/12/2025).

"Seluruh perangkat daerah dan unsur terkait harus tetap siaga serta memastikan pelayanan dasar, logistik, kesehatan, dan kebutuhan para pengungsi terpenuhi dengan baik," sambungnya.

Dia juga menekankan, pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor agar seluruh upaya penanganan dapat berjalan cepat, tepat, dan terukur. "Saya juga meminta seluruh jajaran untuk bekerja secara terpadu dan responsif," ujarnya.

"Meskipun kondisi di beberapa wilayah mulai membaik, kita tidak boleh lengah karena masih ada daerah yang tergenang dan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius," tambah Ondim.

Dalam laporan perkembangan penanganan banjir per 15 Desember 2025, sejumlah kelurahan atau desa di Kecamatan Tanjungpura dan Hinai, dilaporkan masih tergenang banjir. Kondisi air berkisar di antara 20 centimeter sampai 50 centimeter.

Musibah yang melanda 141 desa dan 29 kelurahan pada 16 kecamatan, mengakibatkan 13 orang meninggal dunia. Tidak hanya permukiman warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum dan infrastruktur.

Antara lain jalan, jembatan, irigasi, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, tebing sungai, tanggul dan benteng sungai, serta sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Untuk Jalan Lintas Sumatera Medan-Aceh kini sudah dapat diakses dan pasokan listrik berangsur normal secara bertahap.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kabupaten langkat #tanggap darurat #banjir