STABAT, Sumutpos.jawapos.com-Rasa aman kian menjauh dari kehidupan masyarakat Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Sepekan terakhir, aksi pencurian dilaporkan terjadi berulang kali dan oleh warga dikaitkan dengan munculnya sebuah barak yang diduga menjadi lokasi transaksi narkoba di sekitar permukiman mereka.
“Semenjak ada barak dekat daerah rumah, maling di kampung makin menjadi-jadi,” ungkap seorang warga, yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (7/1/2025). Keresahan itu, kata dia, bukan sekadar kabar burung, melainkan pengalaman pahit yang dialami langsung oleh keluarganya.
Menurutnya, perangkat desa telah diberi tahu mengenai situasi tersebut. Laporan berjenjang mulai dari RT hingga kepala desa sudah disampaikan, namun tak berbuah tindakan nyata. “Sudah lapor ke kepala desa, tapi gak ada tanggapannya. Lapor kades juga gak ada respon,” keluhnya dengan nada kecewa.
Barak yang dimaksud berada tak jauh dari pinggir Jalan Lintas Medan–Aceh, jalur strategis yang ramai dilalui kendaraan. Dari jalan utama, pondok itu terlihat jelas. Setiap malam, sekelompok anak muda disebut kerap berkumpul, membuat suasana kampung berubah lebih riuh sekaligus mencekam.
Meski pencurian juga pernah terjadi sebelum barak berdiri, intensitasnya kini dirasakan meningkat. Dalam hitungan hari, warga kehilangan unit AC, telepon genggam milik anggota keluarga, hingga barang berharga lain. “Sepekan belakangan sudah dua kali peristiwa pencurian. Barak itu baru buka, paling baru dua bulan,” terangnya.
Aparat kepolisian sebenarnya pernah menindak lokasi tersebut. Informasi yang beredar di tengah warga menyebut barak itu sempat digerebek, namun aktivitasnya kembali berjalan. “Kemarin ada dengar barak itu sudah digerebek dan sekarang baraknya masih jualan,” bebernya.
Kondisi ini memantik tanda tanya besar: di mana negara hadir saat warganya diliputi ketakutan? Sikap acuh perangkat desa yang dituding warga semakin menebalkan kesan pembiaran terhadap lingkar kejahatan yang merangsek ke kampung.
Terpisah, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo saat dikonfirmasi wartawan belum memberikan jawaban komprehensif terkait keberadaan barak tersebut maupun langkah yang akan diambil Polres Langkat. Ia hanya menyampaikan respons singkat, “Terima kasih atas informasinya.”
Jawaban itu tentu belum cukup memulihkan kegelisahan masyarakat Desa Air Hitam. Mereka menanti lebih dari sekadar ucapan terima kasih – mereka menunggu tindakan, sebelum kampung benar-benar jatuh menjadi halaman belakang barak narkoba dan surga bagi para pencuri.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan