TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com-Dugaan penolakan terhadap seorang pasien lanjut usia (lansia) oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi menjadi sorotan publik setelah peristiwa tersebut viral di media sosial, Kamis (8/1)
Pasien bernama Suliyem, seorang lansia, disebut tidak mendapatkan pelayanan medis saat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Alasan yang disampaikan pihak rumah sakit kepada keluarga adalah keterbatasan ruang rawat inap. Peristiwa ini memicu keprihatinan luas, terutama dari keluarga pasien yang menilai kondisi Suliyem saat itu membutuhkan penanganan medis darurat.
Anak pasien, Sunita (40), mengungkapkan kekecewaan dan kesedihannya atas peristiwa tersebut. Ia menuturkan, sejak sekitar pukul 07.00 WIB, dirinya telah berupaya mencari pertolongan medis untuk ibunya. Bahkan, ia meminta bantuan Kepala Lingkungan I Kelurahan Berohol untuk meminjam ambulans milik seorang warga bernama Acai Sembada, agar ibunya dapat segera dibawa ke rumah sakit.
“Orang tua saya sudah sekarat, bahkan hampir meninggal dunia. Tapi pihak rumah sakit menyampaikan ruangan penuh dan menyuruh kami mencari rumah sakit lain,” ujar Sunita dengan suara pilu kepada wartawan.
Sunita mengaku, setibanya di RSUD dr. H. Kumpulan Pane, keluarganya kembali mendapat penolakan tanpa adanya pemeriksaan atau tindakan medis darurat terlebih dahulu. Padahal, menurutnya, pihak keluarga hanya berharap ada penanganan awal mengingat kondisi pasien yang sudah sangat lemah.
Situasi semakin berat karena keterbatasan ekonomi keluarga. Sunita menyebutkan, keterbatasan biaya dan akses menjadi kendala besar saat mereka berupaya mencari pertolongan di tengah kondisi darurat yang dialami sang ibu.
Setelah berpindah dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lainnya, pasien akhirnya diterima dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Cevani. Saat ini, Suliyem dilaporkan telah menjalani penanganan medis intensif.
Viralnya peristiwa ini memicu beragam reaksi masyarakat. Sejumlah warganet menyampaikan empati kepada keluarga pasien sekaligus mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien gawat darurat dan lansia.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD dr. H. Kumpulan Pane, drg. Lili Marliana, mendatangi langsung pasien dan keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf serta meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara petugas medis dan pasien.
Dalam pertemuan tersebut, manajemen RSUD menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut dan mengakui adanya ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pasien dan keluarga.
Pihak rumah sakit berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik dan kekeluargaan, sekaligus menjadi bahan evaluasi demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan ke depan. Kehadiran langsung pimpinan RSUD dinilai sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian Pemerintah Kota Tebing Tinggi terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, manajemen RSUD dr. H. Kumpulan Pane memastikan akan melakukan evaluasi internal, terutama terkait komunikasi dan sikap pelayanan petugas medis, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan