Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemprov Sumut Siapkan Pembangunan dan Revitalisasi Sekolah Rakyat Tahun 2026, Ini Daerah Pembangunannya

Juli Rambe • Selasa, 13 Januari 2026 | 13:56 WIB
Kepala Dinas Sosial Sumatera Utara, Illyan Chandra Simbolon. (Dok: istimewa)
Kepala Dinas Sosial Sumatera Utara, Illyan Chandra Simbolon. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan pembangunan baru dan revitalisasi Sekolah Rakyat (SR) di sejumlah kabupaten dan kota pada tahun 2026. Kepala Dinas Sosial Sumatera Utara, Illyan Chandra Simbolon, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui penguatan akses pendidikan.

“Sekolah Rakyat di Sumatera Utara sudah berjalan sesuai rencana. Saat ini total siswa yang mengikuti program Sekolah Rakyat mencapai 625 orang dan tersebar di beberapa daerah,” kata Illyan saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Selasa (13/1/2026).

Illyan menjelaskan, beberapa lokasi telah ditetapkan sebagai titik pembangunan baru maupun revitalisasi Sekolah Rakyat yang akan mulai difungsikan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Di Kota Medan, Sekolah Rakyat akan dibangun di Jalan Tanjung Selamat, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Seluruh siswa Sekolah Rakyat yang saat ini berada di Sentra Bahagia dan BBVP Kota Medan akan dipindahkan sepenuhnya ke bangunan baru tersebut.

Untuk Kabupaten Deliserdang, pembangunan Sekolah Rakyat berlokasi di Desa Tandem Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, dengan luas lahan sekitar 6,79 hektare. Pada TA 2026/2027, siswa Sekolah Rakyat dari Sentra Insyaf akan sepenuhnya menempati lokasi baru ini.

Sementara itu, di Kabupaten Serdangbedagai, Sekolah Rakyat akan dibangun di Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, di atas lahan seluas 5,5 hektare. Siswa Sekolah Rakyat yang selama ini menempati Kampus V UIN-SU Tebingtinggi akan dipindahkan ke lokasi baru.

Di Kota Padangsidimpuan, Sekolah Rakyat akan memanfaatkan kompleks SMK Negeri Pertanian, Jalan Perintis Matinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Lokasi ini akan dikembangkan menjadi Sekolah Rakyat terintegrasi jenjang SD, SMP, dan SMA yang melayani siswa lintas kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Adapun di Kabupaten Tapanuli Selatan, pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan di Desa Tolang dan Desa Janji Mauli, Kecamatan Sipirok. Siswa Sekolah Rakyat yang sebelumnya berada di eks BLK Tapanuli Selatan akan dipindahkan sepenuhnya ke bangunan baru.

Untuk memperlancar koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sekolah Rakyat yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Satgas ini dibentuk agar koordinasi lintas pihak berjalan optimal, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga operasional Sekolah Rakyat,” ujar Illyan.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Sumatera Utara menyambut dengan antusias kehadiran Sekolah Rakyat. Program ini dinilai sebagai solusi nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menekan angka kemiskinan.

Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Medan itupun menambahkan, Sekolah Rakyat yang dibangun di berbagai daerah akan diarahkan menjadi sekolah terintegrasi (SD, SMP, dan SMA) dalam satu kompleks, dengan pola pengelolaan kolaboratif antara pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Saat ini, proses administrasi dan sertifikasi lahan Sekolah Rakyat di 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara masih terus berlangsung.

Untuk Sekolah Rakyat yang menggunakan aset SMK Negeri Pertanian Padangsidimpuan, tahap pertama revitalisasi telah selesai dikerjakan. Tahap lanjutan revitalisasi akan dikoordinasikan lebih lanjut secara lintas kementerian dan dinas terkait.

“Kami ingin pelaksanaan Sekolah Rakyat terintegrasi SD, SMP, dan SMA dapat berjalan bersamaan dan selaras dengan operasional SMK Negeri Pertanian Padangsidimpuan,” jelasnya.

Illyan berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi lembaga pendidikan formal, tetapi juga pusat pendampingan dan penguatan masyarakat.

“Sekolah Rakyat diharapkan menjadi wadah pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan sinergi semua pihak, tujuan mulia Kepala Negara untuk memutus mata rantai kemiskinan dapat benar-benar terwujud,” pungkasnya.(rel/san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Sekolah rakyat di sumut #Revitalisasi sekolah rakyat